tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Rabu, 24 November 2010 0 komentar

top games Indonesia Menatap SEA Games 2011


Indonesia Menatap SEA Games 2011

Posted: 24 Nov 2010 02:25 PM PST

Guangzhou, Kompas - Tim voli Indonesia, Selasa (23/11) di Zhongda Gymnasium, Guangzhou, China, mengakhiri perjuangan mereka dalam ajang Asian Games 2010. Memenangi laga terakhir melawan Myanmar, 3-1, Mahfud dan kawan-kawan pun menempati posisi ke-13. Tantangan baru mereka, mempersiapkan diri menghadapi SEA Games 2011. ...

Cheat Point Blank

Posted: 24 Nov 2010 05:29 AM PST

Cheat Point Blank, Many online game players to search for Cheat Point Blank including me. From one forum to another forum, the point only to find Cheat Point Blank. I started out Cheat Point Blank collection of HP is not unlimited, infinite bombs, ammunition is limited, headshot, cash cheat, gb point, etc..

Cheat Point Blank, the most popular Online Games in Indonesia's most popular online game today, Point Blank (PB). number of these online gaming addicts.

Klik Here, New Cheat Point Blank In Indonesia

Point Blank is known as a tight game, but it turns out the hackers managed to break into the security system by creating a variety Piont Cheat Blank Point Blank. Unlimited Cheat not blood shot dead and many more Cheat Point Blank (PB) others. How do I get it ...?? Cheat Here's a guide:

All Cheat Point Blank necessary machinery, Hidetools, and MLE (engine moonlight.) Confused see a tutorial in the forum? OK .. just download this the best cheat below.

Bonus Dibagikan Saat Upacara Pembubaran Kontingen

Posted: 24 Nov 2010 12:15 PM PST

GUANGZHOU - Bonus untuk para atlet Indonesia peraih medali Asian Games Ke-16/2010, Guangzhou, Cina, akan dibagikan secara simbolis pada upacara pembubaran Kontingen Indonesia di Gedung Serba Guna, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2010).

"Soal bonus ini menjadi kewenangan pemerintah untuk menetapkan berapa besarnya. Kami hanya menyiapkan atlet dan mengupayakan agar dapat berpresasi tinggi merebut medali di Asian Games Ke-16 maupun pada SEA Games Ke-26/2011 nanti,” kata Komandan Kontingen Indonesia Tono Suratman di Guangzhou, Cina, Rabu (24/11).

Rombongan besar Kontingen Indonesia akan kembali ke Jakarta, Minggu (28/11) atau sehari setelah upacara penutupan pesta olahraga terbesar Asia tahun ini. Rombongan akan bertolak dari Guangzhou menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Hingga Rabu jumlah atlet Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air berjumlah 87 orang. Yang masih tersisa di Guangzhou 148 atlet, 86 putra dan 62 putri. Mereka berasal dari cabang olahraga karate, dayung, atletik, boling, sepaktakraw, panahan, dan gulat.

Sementara Dedeh Herawati ke final lari gawang 100 meter putri setelah lolos dari babak kualifikasi di Stadion Utama Aoti, Guangzhou, Cina, Rabu. Final akan dimainkan di tempat yang sama, Kamis (25/11).

Bertanding pada heat kedua, Dedeh finis di peringkat kedua dengan catatan waktu 13,20 detik. Peringkat pertama ditempati Asuka Terada (Jepang) 13,17 detik. Hasil ini juga membuat Dedeh berhasil memecahkan Rekor Nasional (Rekornas) atas namanya sendiri, yakni 23,23 detik.

Pemecahan Rekornas pada nomor lari gawang 100 meter putri itu merupakan pemecahan yang kedua. Sehari sebelumnya rekornas estafet 4x100 meter juga pecah, yakni dari 39,79 detik menjadi 39,78 detik.

“Senang karena bisa lolos ke final. Pada final saya berharap bisa berlari lebih baik," kata Dedeh.

Berdasarkan hasil lomba heat pertama dan kedua, catatan waktu Dedeh di peringkat ketiga di bawah pelari Sun Ya Wei (12,15) dan Asuka Terada (Jepang).

Finalis lainnya adalah Natalya Ivoninskaya (Khazakstan), Anastasya Soprunova (Khazakstan) dan Lee Yeon Kyung (Korea). "Lomba kali ini enak sekali, saya bisa fokus dan melakukan start dengan reaksi cukup bagus. Mudah-mudahan bisa lebih baik lagi," kata Dedeh yang berharap rekornya bisa dipecahkan lagi.

Di nomor ini, Dedeh pelari tertua, kelahiran 1979. Sedangkan rivalnya rata-rata kelahiran 1985 dan 1987. Namun, Dedeh masih mampu melaju, bahkan lebih kencang dibandingkan catatan waktu terbaiknya selama ini 13,23 detik.

Manajer Tim Atletik Indonesia Budi Darmasidi menyebutkan, keberhasilan Dedeh masuk finis bukan kejutan. Dedeh salah satu harapan Indonesia untuk mendulang medali pada Asian Games.

"Pada 2009 Dedeh menempati peringkat ketiga pada Kejuaraan Asia. Diharapkan dia bisa meningkatkan akselerasinya sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih pertama kalinya di podium lintasan atletik itu.

Budi juga menjelaskan Heru Istrianto kemungkinan menggantikan Franklin Buruni di final nomor estafet 4X100 m putra, Jumat (26/11/2010). Hal ini terjadi karena Franklin mengalami cedera saat berlomba di heat pertama, Selasa (23/11/2010).

"Cedera yang dialami Franklin kelihatannya tidak memungkinkan dia turun di final, dia mengalami cedera pangkal paha. Itu cedera baru yang dialaminya," kata Budi.

Franklin yang pada heat pertama tampil sebagai pelari keempat mengalami cedera pangkal paha dan tidak bisa menjalani latihan. Padahal, Franklin bersama tiga rekanya Fadlin, Suryo Agung Wibowo dan Farell Oktaviandi memecahkan Rekornas.

Namun, tim Indonesia masih akan menunggu perkembangan kesembuhan cedera yang diderita Franklin. Yang jelas, tim Indonesia tidak mau berspekulasi menurunkan atlet yang cedera untuk menghindari cedera lebih parah.

Cedera yang dialami Franklin kemungkinan besar akibat suhu dingin saat menunggu pertandingan atau karena pelari itu berlari di atas kemampuan maksimalnya selama ini, sehingga ototnya tertarik.

"Heru sudah disiapkan bila Franklin benar-benar tidak siap untuk diturunkan, Heru merupakan pelari senior yang sebelumnya juga masuk tim inti," katanya.

Terkait kansnya di final, Budi menyebutkan persaingan cukup ketat dari pelari Cina, Korea, Qatar dan juga saingannya dari Asia Tenggara, Thailand.

"Catatan waktu mereka selama ini cukup bagus, namun Indonesia akan berusaha. Semuanya masih memungkinkan, minimal bisa masuk ke tiga besar, itu sudah bagus," katanya.(msy)

Indonesia raih dua medali dalam karate

Posted: 24 Nov 2010 04:36 AM PST

Indonesia meraih tambahan dua medali dari cabang karate dalam Asian Games di Guangzhou, Cina.

Umar Syarif mendapat perak untuk kelas +84 kg putra sementara Faizal Zainuddin mendapat perunggu untuk nomor Kata perorangan putra, menurut manajer tim karate Indonesia, Hendardi.

Dalam nomor Kata perorangan putra, Ku Jin Keat dari Malaysia yang memperoleh emas dan perunggu diraih Itaru Oki dari Jepang.

Sementara untuk kelas +84 kg, medali emas diperoleh atlit Iran Zabiollah Poorshab.

Tetapi Hendardi mengatakan perolehan ini belum sesuai harapan dan Indonesia masih menaruh harapan memperoleh medali dari cabang ini dalam beberapa hari ke depan, sebelum Asian Games ditutup tanggal 27 November.

"Apa yang diperoleh belum sesuai harapan, tetapi dalam olah raga tak terukur ini, subjektivitasnya tinggi. Umar tampil prima tetapi peran wasit menentukan," kata Hendardi kepada BBC Indonesia.

Hendardi juga mengatakan Indonesia akan menurunkan empat atlet lagi dalam cabang karate ini dan mengharapkan mereka dapat menyumbang medali lagi.

Indonesia sejauh ini berada di tempat ke 13 dalam daftar perolehan medali Asian Games dengan empat emas, sembilan perak dan 11 perunggu. Cina masih di tempat teratas dengan 167 emas, 87 perak dan 82 perunggu.

Bonus Peraih Medali Asian Games Dibagikan 30 November

Posted: 24 Nov 2010 04:24 AM PST

TEMPO Interaktif, Jakarta - Bonus bagi para atlet Indonesia peraih medali Asian Games Guangzhou, Cina, akan dibagikan secara simbolis pada upacara pembubaran Kontingen Indonesia di Gedung Serbaguna, Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, 30 November.

"Soal bonus ini menjadi kewenangan pemerintah untuk menetapkan berapa besarnya. Kami hanya menyiapkan atlet dan mengupayakan agar dapat berpresasi tinggi merebut medali di Asian Games ke-16 maupun pada SEA Games di Jakarta dan Sumsel 2011," kata Komandan Kontingen Indonesia, Mayjend TNI (Purn.) Tono Suratman, di Guangzhou, China, Rabu (24/11).

Rombongan besar kontingen Indonesia baru akan kembali ke Jakarta pada 28 November atau sehari setelah upacara penutupan. Tapi, hingga Rabu pagi atlet Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air berjumlah 87 orang. Sementara yang masih tersisa di Guangzhou terdapat 148 atlet, terdiri dari 86 atlet putra dan 62 atlet putri.

Para atlet yang masih tersisa berasal dari cabang olahraga karate, dayung, atletik, boling, sepaktakraw, panahan, dan gulat.

ANT
 

Gulat dan Loncat Indah Belum Beri Kabar Baik dari Asian Games

Posted: 24 Nov 2010 02:39 AM PST

Cabang gulat dan loncat indah belum berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia di ajang Asian Games. Sedangkan boling dipastikan pulang hanya dengan satu perak.

Emas Mandek, Peringkat Indonesia Tertahan

Posted: 24 Nov 2010 02:30 AM PST

GUANGZHOU – Hari ini, Kontingen Indonesia gagal mendapatkan medali emas di Asian Games 2010. Ini membuat posisi Merah Putih masih tertahan di peringkat 13.
 
Seperti dilaporkan situs resmi Asian Games 2010, Rabu (24/11/2010) hingga pukul 17.00 WIB, Indonesia hanya mampu mendapatkan medali perak setelah karateka Umar Syarief tumbang di babak final. Umar dikalahkan atlet Iran Zabiolah Poorshab.
 
Cabor Karate sebelumnya juga gagal menyumbang medali, setelah Faizal Zainuddin yang turun di kata perorangan putra, kandas di babak semifinal. Faizal dikalahkan karateka Malaysia Jin Keat Ku.
 
Kegagalan dua atlet karateka juga diikuti peloncat indah putri Indonesia, Dela Dinarsari. Dela yang gagal menyumbangkan medali setelah hanya menduduki posisi 11 pada final nomor 1 meter springboard, hari ini.
 
Dengan demikian, maka Indonesia masih bertahan di peringkat 13 klasemen sementara Asian Games XVI, setelah sebelumnya sempat ada di posisi 12. Merah Putih hanya mampu mengumpulkan 4 medali emas, 9 perak dan 11 perunggu.
 
Berikut klasemen sementara Asian Games 2010
Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1 China 169 89 86 344
2 Korea 68 57 79 204
3 Japan 36 66 72 174
4 Iran 14 10 16 40
5 Chinese Taipei 12 12 33 57
6 Thailand 9 7 28 44
7 Hong Kong 8 14 15 37
8 Malaysia 8 14 10 32
9 Kazakhstan 7 14 29 50
10 India 7 13 25 45
11 Uzbekistan 5 13 18 36
12 DPR Korea 5 10 17 32
13 Indonesia 4 9 11 24
(hmr)

Asian Games: Indonesia Turun ke Urutan 13

Posted: 23 Nov 2010 06:30 AM PST

Dengan 4 emas, 8 perak, dan 10 perunggu Indonesia turun satu peringkat ke urutan ke-13 di ajang Asian Games 2010.

Tim Estafet Putra Indonesia ke Final

Posted: 23 Nov 2010 05:25 AM PST


Tim Indonesia yang berkekuatan Fadlin, Suryo Agung Wibowo, Farrel Oktaviandi, dan Franklin Buruni, pada semifinal mencapai finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 39,78 detik.

Catatan waktu itu juga memecahkan Rekor Nasional (Rekornas) 39,79 detik yang yang dicetak oleh kuartet Fadlin, Jhon Muray, Suryo Agung dan Asrul Akbar.

Sementara tim lainnya yang lolos ke final estafet 4x100 meter putra dari heat kedua adalah China, Thailand, dan Arab Saudi.

Tim China yang turun dengan formasi Lu Bin, Liang Jiahong, Su Bintian dan peraih medali 100 meter Lao Yi mencatat waktu fantastik 39,03 detik. Mereka terpaut 0,53 detik dari peringkat kedua, Thailand.

Perjuangan yang dilakukan tim Indonesia untuk bisa menyalip China dan Thailand cukup ketat, bahkan pelari keempat Franklin Buruni terpincang-pincang setelah menyentuh garis finis.

"Otak saya menyuruh berlari lebih kencang karena mendengar derap sepatu di belakang saya, otot kaki saya tertarik, tapi tak apa final nanti saya sudah siap lagi," kata Franklin dengan terpincang-pincang.

Ia mengaku senang karena bisa meloloskan tim Indonesia, meski masih belum bisa mengatasi tim estafet Thailand yang juara SEA Games 2009 di Laos.

Franklin menyebutkan sebagai pelari keempat bertanggung jawab untuk menyiapkan strategi agar mampu finish sempurna. Ia mengharapkan bisa berbuat banyak pada nomor estafet 4X100 meter meski persaingan begitu ketat.

Sementara itu tim pelatih atletik Indonesia, Eni Nuraeni, menyebutkan kuartet pelari Indonesia itu berhasil memecahkan Rekornas, sekaligus merupakan kecepatan tertinggi yang diraih mereka selama ini.

Namun demikian, koordinasi perpindahan tongkat dari pelari pertama Fadlin ke Suryo Agung belum sempurna pada lomba itu.

"Secara umum strategi yang dilakukan pada heat ini berjalan dengan baik, meski perlu ada penyempurnaan dalam peralihan tongkat," kata Eni Nuraeni.

Terkait catatan waktu tim China yang signifikan, Eny menyebutkan kekuatan di nomor itu memang masih berkutat di Cina, meski ia optimis motivasi atlet Indonesia diharapkan bisa mendongkrak penampilannya pada final yang akan digelar Jumat (26/11) mendatang.

(S033/I015/S026)

Peringkat Malaysia Masih Ungguli Indonesia

Posted: 23 Nov 2010 02:21 AM PST

GUANGZHOU – Indonesia memang berhasil menambah satu medali perak di Asian Games 2010. Namun, peringkat Merah Putih masih tertinggal dari Malaysia.
 
Seperti dilaporkan situs resmi Asian Games, Selasa (23/11/2010) hingga pukul 17.00 WIB, Indonesia masih berada di peringkat 12 klasemen sementara. Merah Putih mengumpulkan 4 medali emas, 8 perak dan 10 perunggu.
 
Praktis, keberhasilan meraih empat medali emas berhasil memperbaiki prestasi Indonesia di ajang yang sama empat tahun silam. Ketika itu, Merah Putih hanya mampu membawa pulang dua medali emas.
 
Tapi, prestasi ini tetap saja masih kalah dari negara tetangga Malaysia. Tim Negeri Jiran yang mengumpulkan 6 emas, 13 perak dan 8 perunggu, berada di posisi 10 klasemen sementara atau unggul dua peringkat dari Indonesia.
 
Sementara itu, China terus mendominasi ajang Asian Games ke XVI. Tim tuan rumah berhasil mengumpulkan 162 medali emas, 81 perak dan 77 perunggu. Tim Negeri Tirai Bambu unggul jauh atas Korea Selatan dan Jepang.
 
Berikut perolehan medali sementara:
Peringkat Negara Emas Perak Perunggu
1 China 162 81 77 320
2 Korea 63 55 74 192
3 Japan 32 60 68 160
4 Chinese Taipei 12 11 29 52
5 Iran 12 9 15 36
6 Hong Kong, China 8 13 14 35
7 India 7 12 18 37
8 Thailand 7 7 25 39
9 Kazakhstan 6 13 24 43
10 Malaysia 6 13 8 27
11 DPR Korea 5 9 15 29
12 Indonesia 4 8 10 22
13 Singapore 4 6 6 16
14 Uzbekistan 3 13 16 32
15 Athletes from Kuwait 2 3 0 5
16 Philippines 2 2 8 12
17 Saudi Arabia 2 1 1 4
18 Bahrain 2 0 3 5
19 Kyrgyzstan 1 2 1 4
Pakistan 1 2 1 4
21 Qatar 1 1 3 5
22 Jordan 1 1 1 3
23 Macao, China 1 1 0 2
24 Tajikistan 1 0 2 3
25 Viet Nam 0 12 12 24
26 Myanmar 0 5 1 6
27 Mongolia 0 2 6 8
28 United Arab Emirates 0 2 0 2
29 Lebanon 0 1 2 3
30 Afghanistan 0 1 1 2
31 Bangladesh 0 1 0 1
32 Iraq 0 0 2 2
Lao PDR 0 0 2 2
34 Oman 0 0 1 1
(hmr)

PRO EVOLUTION SOCCER 2010 [PC <b>GAMES</b>] « GAZEROCK <b>INDONESIA</b>

Posted: 21 Nov 2010 07:30 PM PST

Categories

Recent Posts

Tags

China still dominates the <b>games</b>; Malaysia passed <b>Indonesia</b> <b>...</b>

Posted: 21 Nov 2010 10:22 AM PST

Mainstay hosts China, Lin DanLin Dan managed to carve hegemony in the single son with Asian Games gold medalist XVI, Guangzhou, China, Sunday (21/11).

In the final game, the player Lin Dan beat world number one from Malaysia, Lee Chong WeiChong Wei in the rubber match 21-13 15-21 21-10 game.

Lin Dan and Chong Wei qualified for the finals after the semifinals, Saturday (20/11/10), get rid of their opponents. Chong Wei played three games against China’s number two single, Chen Jin, with a final score of 14-21, 21-15, 21-7, while Lin Dan beat South Korean player Park Sung Hwan in two games 21-14, 21-10.

Meanwhile, Taufik Hidayat of Indonesia represented and Sony Dwi Kuncoro has been eliminated before the semifinals. Sony lost the first game, while defending champion Taufik who is disingikrkan Park Sung-Hwan in the quarter-finals.

China still dominates the games; Malaysia passed Indonesia positions which down to rank 12th.

Meanwhile China Daily reported that, Victorious host dominates medal count but still looks to improve ahead of next year’s World Championships and the 2012 Olympics.

With 24 gold medals, 16 silver and 14 bronze, the Chinese swimming team overwhelmingly beat archrival Japan (nine gold, 18 silver and 12 bronze) to claim supremacy of the pool at the Asian Games.

However, China’s head coach is reluctant to say the host team’s swimmers have surpassed those of Japan while the rising Republic of Korea (ROK), which claimed four gold, three silver and six bronze, cannot be ignored.

“In Asia, Japan is still stronger than the Chinese team since its average level is higher than us,” said Yao Zhengjie, head coach of the Chinese squad. “The Koreans are making quick progress as well. We still have to work hard if we want to achieve good results at the World Championships next year and the London Olympic Games in 2012.”

At the Doha Asian Games four years ago, China and Japan claimed 16 gold medals apiece in the pool. The Japanese team also beat China in total number of medals won, 47-44.

In the home pool at the Guangzhou Games, the Chinese women’s team overwhelmed the Japanese in gold medals 17-0. The host also showed its rising strength on men’s side.

Young Chinese freestyler Sun Yang dominated men’s 1,500m freestyle and narrowly missed the world record, but he smashed the Asian record by more than 10 seconds.

The Japanese also surrendered their favorite event, the men’s 4x200m freestyle relay.

Since the 4x200m freestyle relay was introduced at the Asian Games in 1954, Japan had swept every title. However, in Guangzhou, a young Chinese team led by Sun and world champion Zhang Lin broke its domination and edged Japan to second.

“On the men’s side, we only have the advantage in freestyle,” said Yao.

“Before the Asiad, our goal was to win about 20 gold medals, but the Japanese team didn’t perform well this time. I don’t know the exact reason. But I should say they are still at the world’s top level. We have to work hard to catch up with them.”

Although its leading swimmer, four-time Olympic gold medalist Kosuke Kitajima, didn’t perform well due to a shoulder injury, the Japanese men’s team maintained its advantage in the men’s breaststroke by winning the 100m and 200m events. It also swept the gold medals in the backstroke events

As for the shock 4x200m relay loss, the Japanese swimmers have vowed to bounce back with a vengeance.

“China is just better than us today. We have to accept the reality,” said Sho Uchida, the second swimmer on the relay team, after the race. “We will go back to sum up the lessons we learned here to see how we can improve.”

The Chinese men do not have the freestyle events all to themselves in Asia as the ROK’s Park Tae-hwan was all class at the Asiad.

Park won gold medals in the 100m, 200m and 400m, beating the Chinese duo of Sun and Zhang, and also helped the ROK team win a silver medal and two bronze in the relays. The 1,500m gold was the only one he missed in the individual freestyle events.

Besides Park, the ROK women’s team also grabbed a gold in 200m breaststroke when Darae Jeong held off strong Chinese and Japanese opponents.

The Chinese team claims it is ready for further clashes with its Asian neighbors and has already set its sights on higher-level competitions.

“We won’t be satisfied with what we have achieved at the Asian Games. We will work hard to prepare for the World Championships next year and the 2012 London Olympic Games,” said Yao.

China still lead the games with 146 gold, 71 silver and 70 bronze, South Korea in the second place with 55 gold, 46 silver and 61 bronze, Japan in the third place with 30 gold, 54 silver and 61 bronze, Iran in the 4th rank with 10 gold, 8 silver and 14 bronze.

Hong Kong, China in the 5th place with 7 gold, 13 silver and 9 bronce, Thailand's in the 6th place with 7 gold, 7 silver and 22 bronze, Chinese Taipei in the 7th rank with 6 gold, 8 silver and 29 bronze, India in 8th rank with 5 gold , 11 silver and 17 bronce, North Korea in the 9th rank with 5 gold, 8 silver and 12 bronce, Malaysia in the 10th rank with 5 gold, 8 silver and 11 bronze, Kazakhtan in the 11th rank with 4 gold, 12 silver and 20 bronze, and Indonesia in the rank 12th with 4 gold, 6 silver and 10 bronze.

Although already reached the target with the acquisition of four gold medals, premises team is still opportunity to add a medal in Asian Games arena XVI.

Monday (22/11), Indonesian athletes will try his luck in some sports such as diving, athletics, bowling, boxing, canoeing and cycling.

In the branch bowling, Ryan Lalisang et al will go down in numbers on the morning team. While in the afternoon, tannya Roumempier et al will struggle gaining medals.

While at night, Indonesian sprinter, Suryo Agung Wibowo will go down in the semifinals of the 100 meters.

List of Asian Games medals acquisition while XVI on Sunday (21/11/10)

Rank; NOC; Gold ;Silver; Bronze; Total
1.China 146 71 70 287

2. Korea 55 46 61 162

3. Japan 30 54 61 145

4.Iran 10 8 14 32

5. Hong Kong, China 7 13 9 29

6. 7 7 22 36 Thailand

7. Chinese Taipei 6 8 29 43

8. India 5 11 17 33

9. DPR Korea 5 8 12 25

10. Malaysia 5 8 7 20

11.Kazakhstan 4 12 20 36

12. Indonesia 4 6 10 20

13. Singapore 4 6 6 16

14. Uzbekistan 3 9 14 26

15. Athletes from Kuwait 2 3 0 5

16. Philippines 2 2 8 12

17. Pakistan 1 2 1 4

18. Jordan 1 1 1 3

19. Macao, China 1 1 0 2

20. Bahrain 1 0 1 2

21. Tajikistan 1 0 1 2

22. Viet Nam 0 11 11 22

23. Myanmar 0 5 1 6

24. Mongolia 0 2 6 8

25. Kyrgyzstan 0 2 0 2

26. Qatar 0 1 3 4

27. Lebanon 0 1 2 3

28. Afghanistan 0 1 1 2

29. Bangladesh 0 1 0 1

30. United Arab Emirates 0 1 0 1

31. Lao PDR 0 0 2 2

32. Iraq 0 0 1 1

Indonesia Mulai Seret Medali

Posted: 21 Nov 2010 10:25 AM PST


Berbeda dengan hari-hari sebelumnya di mana Kontingen Indonesia selalu mendulang medali baik emas, perak maupun perunggu, sepanjang hari (Minggu) tidak satupun emas diraih oleh Kontingen "Merah Putih".

Indonesia hingga pukul 23.45 waktu setempat berada di peringkat ke-12 dengan empat emas, 6 perak dan 10 perunggu. Indonesia masih di bawah Thailand dan Malaysia yang masing-masing menempati peringkat keenam dan kesepuluh.

Sementara itu tuan rumah China sulit dikejar dan semakin mengukuhkan kansnya menjadi Juara Umum Asian Games 2010. China saat ini mengemas 146 medali emas, 71 perak dan 70 perunggu. Disusul Korea Selatan dengan 55 emas, 46 perak dan 61 perunggu kemudian Jepang di peringkat ketiga dengan 30 emas, 54 perak dan 61 perunggu.

Sedangkan Iran menjadi wakil Asia Barat di posisi teratas dengan 10 medali emas, delapan perak dan 61 perunggu.

Harapan untuk mengemas medali Indonesia pada nomor lari 10.000 melalui pelari Triyaningsih juga gagal. Pelari asal Klub Dragon Salatiga yang juga pemegang emas SEA Games 2009 itu hanya finish di urutan ke-19 pada lomba yang berlangsung di Aoti Gymnasium Guangzhou itu.

Hal sama juga pada nomor final 5.000 meter putra, Agus Prayogo juga gagal menembus tiga besar dan harus puas finish di peringkat kesembilan.

Meski mulai memasuki masa-masa seret medali, Indonesia masih memiliki beberapa peluang medali antara lain pada cabang boling, atletik dan karate yang akan memulai pertandingannya pada Selasa (23/11) lusa.

Sedangkan Senin (22/11) besok, manusia tercepat Asia Tenggara, Suryo Agung Wibowo akan berlaga di nomor spesialisasinya 100 meter. Meski pada babak kualifikasi hanya menempati peringkat keenam, Agung optimis bisa meningkatkan performanya.

"Mohon doa restu saja, dari sisi kondisi saya cukup fit, mudah-mudahan saja bisa melakukan yang terbaik besok," kata Suryo.

Sedangkan harapan medali emas dari voli pantai pupus setelah pasangan Andy Ardiansyah/Koko Prasetyo kalah di perempat final voli pantai.

Andy/Koko dikalahkan pasangan Jepang Kentaro Asahi/Katsuhiro Siratori 19-21, 12-21.

Sementara itu dari cabang karate, Indonesia menaruh harapan besar kepada atlet senior Umar Syarif dan Jintar S untuk mendulang emas di nomor kumite.(*)

(U.S033/T010/R009)

Perahu Naga <b>Indonesia</b> donate 2 golds Asian <b>Games</b>

Posted: 19 Nov 2010 04:00 AM PST

<b>Indonesia</b> | Men's Dragon Boat Team | Gold Medal | 2010 Asian <b>Games</b> <b>...</b>

Posted: 19 Nov 2010 12:29 AM PST

Indonesia Wins Second Dragon Boat Gold at the 2010 Asian Games : Guangzhou

entertainmentandgetextramoney: Asian <b>Games</b> XVI: <b>Indonesia</b> up to <b>...</b>

Posted: 18 Nov 2010 11:37 AM PST

Asian Games XVI: Indonesia up to rank 15, China has not overtaken, with 109 gold.

Indonesia gets a little fresh air so that it can "fly" to leave the 19th position of the standings list of medals table of Asian Games XVI 2010 in Guangzhou, China. One gold plus a silver dragon boat team dedicated on Thursday (18/11/2010), making Indonesia now ranks 15th on the sixth day sports carnival countries the Asian continent.

Indonesia's first gold was obtained son team who fell in the final 1,000 meters, while silver was donated by a team of girls who also fell in the same number. Additional two medals are made Indonesia currently collecting a total of 1 gold, 3 silver and 8 bronze. This makes the troops "Red and White" can add a fun competition, at least with the countries of Southeast Asia.

Before there is one additional gold and silver, Indonesia could only won two silver from branch weightlifting and wushu, and eight bronzes that were repeated from the branches of wushu, billiards, two of the badminton team (son-daughter), three of weight lifting, and one of taekwondo.

Meanwhile, China's incessant panning for gold. The host re-add the collection to 109 gold, 47 silver, 47 bronze, which made it impossible overtaken again and almost certainly become the overall champion four of this annual event.

Nearest rival China is South Korea by collecting 37 gold, 30 silver, 42 bronze. The team "State Ginseng" is under pressure from Japan who is ranked third by the acquisition of 21 gold, 45 silver, 40 bronze.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet