tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Minggu, 12 September 2010 0 komentar

top games Watch nfl <b>Games</b> Online


Watch nfl <b>Games</b> Online

Posted: 12 Sep 2010 11:15 AM PDT

@Guangzhou : Menelusuri Keindahan Kota Sepanjang Sungai Mutiara

Posted: 12 Sep 2010 04:17 PM PDT


Di hari ke tiga bulan syawal, hari Minggu kemarin. Aku dan keluarga kecilku ingin mencoba menjajal keberanian pergi mencari cara mengikuti Pearl River Cruize, atau naik kapal boat atau kapal wisata menyelusuri Pearl River atau sungai Mutiara yang membelah kota Guangzhou dan melihat keindahan kota di malam hari.

Dua kali datang ke Guangzhou, di kali pertama dulu, aku sama sekali tidak sempat melihat Pearl River. Maka kali ini, bermodalkan peta, petunjuk jalan dan informasi dari asisten manager di Pearl Garden Hotel tempat kami menginap, dimulailah perjalanan kecil ini.

Jam 13.30, setelah suami pulang dari Shipyard, kami bersiap ikut mobil gratis dari hotel -yang selalu disiapkan setiap weekend bagi para tamu hotel- menuju Tee Mall. Pejalanan satu jam tersebut berjalan lancar dibawah nuansa gerimis. Membuat aku berdoa dalam hati semoga cuaca cukup bersahabat malam ini, sehingga bisa jalan-jalan di dock kapal wisata nantinya.

Setiba di Tee Mall, kami langsung mengarahkan kaki ke metro subway statiun Tiyu Xilu dan memilih tiket seharga 3 yuan per orang ke arah line 2 yakni Stasiun Haizhu Square. Sebuah kawasan pasar grosiran mainan, alat tulis kantor dan souvenir.  Menjelang keluar statiun, kami pelajari pintu keluar stasiun yang banyak tersebut. Kami lihat, ternyata menuju Tianzi Wharf atau dock tempat naik kapal wisata ada di pintu A, dan harus berjalan cukup jauh. *inilah enaknya ada petunjuk pintu keluar, jadi bisa tahu tujuan yang akan didatangi.

Karena menurut info dari internet yang aku dapat, biasanya kapal wisata baru menyusuri sungai Pearl pada jam 6 sore, maka karena saat itu baru jam 14.45, kami memilih untuk keluar pintu B1 arah Haizhu square sekedar melihat-lihat saja dulu. Meskipun akhirnya setelah tiba di kawasan grosiran boneka dan atk, aku tertarik untuk membelikan dua boneka sebesar badan putriku bertema Minnie Mouse dan Donald Duck. Tawaran pertamanya sih untuk dua boneka adalah 90 yuan, akhirnya bisa aku tawar jadi 70 yuan. Itupun sedikit menyesal kenapa tidak menawar lebih rendah lagi. Karena toh ini kawasan grosiran, biasanya memang harganya jauh dibawah harga boneka di mal atau di toko-toko lainnya. Singkat cerita, setelah beli boneka, kami sekeluarga sekedar jalan sebentar menghabiskan waktu melihat-lihat barang-barang grosiran yang memang dijual super murah.

Bayangkan saja, iseng aku menanyakan harga potong kuku yang bagus kualitasnya dan unik bentuknya. Beberapa hari lalu, aku lihat di toko dekat hotel, harganya 9.9 yuan nyaris 10 yuan. Sementara di toko grosiran, kalau beli satuan, harganya 3,4 yuan, dan kalau beli 1 lusin tidak sampai 45 yuan. Murah banget ya… aku jadi terpikir mau beliin oleh-oleh potong kuku, hehehehe. Kan jarang-jarang ada oleh-oleh potong kuku bagus kualitasnya begini… Tapi baru rencana saja, karena niat utamanya memang mau menuju Tianzi Wharf, jadi kami tidak lama “window shopping” nya.

Kami kembali ke stasiun Haizhu Square, kali ini untuk pindah pintu keluarnya saja. Yakni pintu A. Setelah berjalan beberapa puluh meter, kami keluar pintu A yang posisinya dekat tangga menuju Haizhu Bridge dan tepat di depan kami adalah jalan raya yang memisahkan aku sekeluarga dengan tepian Pearl River.

Senang sekali rasanya hati ini, karena akhirnya bisa melihat sungai yang terkenal di Guangzhou. Kamipun menyebrang jalan dan melihat dari dekat sungai, menyusuri jalan tepi sungai yang rapi dan rindang menuju arah Dock kapal wisata sekitar 300 meter lebih di sebelah kiri pintu keluar tadi.

Kondisi air sungai kecoklatan, mirip sungai Musi di Palembang. Sesaat aku jadi terkenang sungai yang membelah kota kelahiranku tersebut. Bedanya di Guangzhou benar-benar terawat. Aku sempat melihat kerja sebuah kapal pemungut sampah yang menelusuri sungai tersebut untuk memungut sampah yang ada di permukaan air sungai. Aku tak pernah melihat kapal seperti ini di sungai Musi.

Lagipula tak heran jika wisata sungai nya di Guangzhou memberikan janji keindahan, karena memang kiri kanan sungai adalah gedung-gedung megah dan modern. Bandingkan dengan sungai Musi yang kiri kanannya adalah rumah terapung milik penduduk dan juga kawasannya tak begitu terawat. Sehingga rasanya aneh jika hendak berwisata malam hari di kota Palembang. Jikapun ada kapal wisata, kabarnya ada ruang makannya di kapal tersebut. Tidak heran jika dikombinasikan dengan makanan, baru ramai kapal wisatanya. Karena memang kota Palembang cukup menjanjikan jika terkait makanan tradisionalnya.

Kembali ke cerita, Pearl River. Rasanya sore itu indah sekali menyaksinya cuaca sejuk pasca hujan gerimis sambil memandang ke penjuru sungai. Kami melangkah ke Tianzi Wharf dengan santai. Sempat duduk dulu di taman sepanjang tepian sungai untuk membuatkan susu bagi putriku. Foto-foto sejenak, kemudian melanjutkan perjalanan lagi .

Sesampai di booth ticket atau loket pembelian tiket, kami sempat bingung. Karena ternyata kawasan itu tidak hanya digunakan untuk kapal wisata, tapi juga jalur lalu lintas air ke beberapa tempat. Wah aku baru tahu juga nih. Kebingungan ini tak berjalan lama, ketika seorang pemuda mendekati kami dan mengajak bicara dalam bahasa Inggris yang cukup fasih. Aku senang sekali ketika mengetahui ia dari pihak perusahaan Tianzi Wharf dan memang ditugaskan membantu memberi informasi ke para turis.

Dengan fasih ia menjelaskan kepadaku bahwa tiket untuk wisata siang sudah tutup. Yang dibuka sekarang adalah untuk tiket wisata malam. Ia juga menyarankan aku untuk melihat harga-harga tiket yang terpampang di depan loket. Ia bilang, jika aku sudah tertarik dengan sebuah harga tiket, ia akan menjelaskan fasilitasnya. Aku perhatikan harga tiketnya bervariasi sekali. Mulai dari harga 38 yuan -ini yang paling murah- hingga 198 yuan untuk kelas VIPnya. Beragam model kapal yang ditawarkan. Mulai dari yang ukuran kecil hanya memuat 30 orang saja, hingga 300 orang.

Aku menanyakan kapal yang pertama berwisata, karena kami juga harus memikirkan jadwal metro subway yang hanya beroperasi hingga jam 22.30 malam. Pilihanku jatuh pada kapal dengan  jadwal paling awal, yakni jam 18.45. harga tiket termurahnya 68 yuan. Kemudian aku juga lihat ada di jadwal 18.55, dengan harga tiket termurahnya 70 yuan. Aku tanyakan kepada pemuda tadi. Dimana beda keduanya ?

Ia menjelaskan pada kapal kedua, yang digunakan adalah kapal dengan desain China tradisional, kemudian akan ada penjelasan mengenai teh cina dan cara membuat teh diatas kapal plus ada ruangan museum mengenai perjalanan kapal-kapal China dulu menelusuri Jalan Sutera -Jalan atau Rute perdagangan dengan kapal. Aku sempat menanyakan kemungkinan  harga tiket dikurangi jika tidak mengambil  jatah makanan, sayang sekali tidak bisa.

Akhirnya aku memilih membeli tiket seharga 70 yuan per orang. Aku sempat melirik harga tiket termurah yakni 38 yuan, namun karena aku tak tahu bagaimana kondisi kapal wisatanya, apakah cukup aman untuk putriku, maka suamiku akhirnya setuju dengan pilihanku.

Waktu saat itu menunjukkan pukul 17.30 sore, kami masih harus menunggu lebih dari satu jam di ruang tunggu. Lumayanlah beristirahat sebentar, setelah cukup jauh perjalanan dengan jalan kaki dari pintu keluar A menuju Tianhi Wharf. Aku juga bersyukur sekali dibantu oleh pemuda
Cina yang fasih berbahasa Inggris. Menurut ceritanya, memang pekerjaannya adalah membantu memberikan informasi kepada turis yang tak bisa berbahasa Cina. Dan memang ia sangat membantu sekali dalam memberikan informasi. Dan tak ada paksaan dari dia untuk membeli tiket manapun.

Ketika memasuki waktu 18.00, ruang tunggu yang tadinya hanya dihuni kami bertiga saja lambat laun mulai ramai sekali, hingga banyak yang menunggu dengan berdiri. Kondisi ruang tunggunya tengah diperbaiki. Sepertinya menjelang Asian Games ini semua di renovasi, termasuk jembatan-jembatan diperindah, sehingga nantinya ketika menikmati wisata air tersebut, dari 3 jembatan yang dilewati, hanya satu yang bersinar terang, selebihnya gelap karena tengah di renovasi ekteriornya.

Jam 18.50 kami dipersilahkan masuk, setelah sebelumnya suamiku bolak balik memastikan kami tidak ketinggalan kapal wisata pilihan kami. Ketika di dock nya, aku melihat ada dua model kapal yang sandar, satu model kapal wisata modern, satu lagi kapal wisata modern tapi didesain seperti kapal Cina Kuno. Sambil tersenyum, suamiku bilang, pantesan harganya lebih mahal 2 yuan. Karena eksterior kapal dibuat seperti kapal Cina tradisional meskipun tidak semuanya.

Memasuki kapal yang interiornya cukup indah ini, aku senang sekali. Kami mengambil tempat duduk di sisi kiri kapal. Diberi sajian teh hangat. Namun ketika kapal berlayar, kami langsung naik ke atas dock kapal, dan menikmati perjalanan di lantai atas yang terbuka. Sehingga angin malam diatas Pearl River segera mengelus wajah kami semua. Subhanallah…

Perjalananan memakan waktu 1 jam lebih. Kami diajak menikmati keindahan cahaya lampu dari gedung-gedung,jembatan,  pinggiran sungai, kapal wisata yang mondar mandir, termasuk kapal wisata khusus acara pernikahanpun ada. Indah sekali. Sempat menerbitkan rasa iri karena sungai Musi tak bisa diperlakukan seperti ini. Jangan harap pula sungai Ciliwung.

Aku menikmati suasana malam tersebut, sambil memberi makan putriku. Ia terbalut jaket tebalnya, dan sangat aktif, sehingga aku harus mewaspadai keberadaannya. Kami juga diberi jatah makan, namun karena yang diberi adalah nasi dengan sayur yang ada ayamnya, kami ragu akan kehalalannya. Sehingga kami hanya menikmati teh Cina yang khas bau dan warnanya. Cukup segar meski tanpa gula seperti kebiasaan orang Indonesia pada umumnya.

Dilantai paling atas, juga dipersembahkan adegan cara membuat teh tradisional oleh perempuan cantik mengenakan pakaian tradisional Cina. Aku agak terlambat mengikuti kegiatan ini, karena keasyikan berada di ruang museum kapal. Sebuah ruangan paling bawah yang didesain menarik untuk menikmati masa kejayaan kerajaan-kerajaan Cina dahulu dalam hal perdagangan dengan kapal. Begitu banyak variasi dan jenis kapal yang dibuat oleh pemerintah kerajaan Cina, berikut info mengenai kapal-kapal tersebut. Sayangnya aku tak bisa terlalu konsentrasi membaca satu persatu infonya, karena putriku  yang super aktif ini tak pernah bisa diam. Aku khawatir ia merusak barang-barang yang dipamerkan di ruang museum tersebut. Sehingga fokus ku adalah menjaga keamanan putriku. Tak lama kemudian, kami naik ke atas deck lagi, dan menikmati wisata air kembali dari arah yang berbeda.

Setelah 1 jam lebih, kamipun bersiap turun. Oh iya, nama kapal wisata yang aku tempati adalah Grand Boat Tour, berwarna hitam dan dipenuhi lampion merah khas Cina. Alhamdulilah kami sekeluarga terhibur sekali dengan wisata ini. Meskipun ketika turun, suamiku sempat bilang, jika lain kali hendak wisata air lagi, kita memilih kapal yang 38 yuan saja, karena toh diperhatikan tadi, sekecil apapun kapal wisatanya, semua terlihat rapi. Akupun menyetujuinya. Jika memang tujuan utama adalah menikmati pemandangan diluar kapal, memang tak harus kapalnya harus mewah atau agak mahal seperti tadi.

Jam 20.15, kami masih duduk-duduk di taman kecil di pinggiran sungai. Aku sempatkan menyuapkan beberapa suap nasi untuk putriku. Diatas kapal tadi ia hanya makan beberapa suap juga. Aku berikan ia kue bulan yang diberikan pihak shipyard kemaren. Taman sepanjang jalan itu ramai sekali. Banyak orang pacaran, juga banyak turis wisata, serta orang-orang yang menawarkan tiket naik kapal dan pihak penawar jasa foto. Seberang jalan adalah rumah makan dan tempat hall yang biasa dipakai untuk pernikahan. Tadi aku sempat melihat sepasang pengantin menuju kapal. Mereka datang dari restoran pinggir sungai. Boleh juga cara pemerintah Guangzhou memaksimalkan wisata airnya. Tidak tanggung-tanggung.

Akhirnya jam 20.30 kami menuju stasiun Haizhu Square lagi, kali ini membeli tiket metro subway ke arah Wenchong dengan harga tiket 6 yuan per orang. Nantinya kami akan bertukar line metro dari line 2 ke line 5 di stasiun Guangzhou Railway, dan tiba di Wenchong jam 21.30 lebih. Karena sudah cukup malam, kami memilih naik taksi ke Pearl Garden Hotel dan membayar ongkos 40 yuan sampai ke hotel dengan selamat.

Alhamdulilah, meskipun kaki ini pegal minta ampun, aku bersyukur diberi kesempatan oleh Allah menikmati keindahan kota Guangzhou di malam hari melalui wisata air ini.

***


@Huangpu, pagi hari, menjelang 13 hari lagi pulang ke Indonesia.



Tags: jalan-jalan, guang zhou

Emas Asian Games, Mungkinkah Dipenuhi?

Posted: 12 Sep 2010 03:32 PM PDT

Pesta olahraga Asian Games ke-26 dimulai 11 November 2010 di China. Artinya, persiapan atlet-atlet terbaik Indonesia yang tergabung dalam Program Indonesia Emas hanya tinggal dua bulan. Beberapa cabang diproyeksikan meraih emas. Salah satunya, bulu tangkis. Bagaimana peluang atlet bulu tangkis? ...

Penasaran Menunggu Aturan Drawing

Posted: 12 Sep 2010 01:14 PM PDT

JAKARTA (SINDO) – Prestasi sepak bola Asia Tenggara saat ini berada di titik terendah. Semua karena tak ada wakil dari wilayah ini untuk Piala Asia 2011 yang akan berlangsung di Qatar.

Mewaspadai Amunisi Singapura dan Thailand

Posted: 12 Sep 2010 01:14 PM PDT

JAKARTA(SINDO) – Target Piala AFF 2010 adalah juara bagi timnas Indonesia.Semua karena negeri ini sudah cukup haus gelar dan turnamen dua tahunan ini dianggap bisa jadi batu loncatan menuju prestasi bagus.

Professor Layton and the Unwound Future Rom - Download Professor <b>...</b>

Posted: 12 Sep 2010 06:10 AM PDT

Hotel <b>Indonesia</b> Remained the Pride of Jakarta | Hotel Reservations

Posted: 12 Sep 2010 01:59 AM PDT

Photos The first president of Indonesia, Sukarno, with the President of the United States John F Kennedy clearly emblazoned on the walls of the Signatures Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. The giant-sized photograph shows the hotel’s history as a store of Indonesian history.

Photo Soekarno with co-stars Marilyn Monroe is also on display at the same restaurant wall. Indonesia’s Sukarno and the hotel can not be separated. Sukarno was the one who had an idea to build a five star hotel in Jakarta.

Hotel Indonesia in Jakarta is the first luxurious hotel built in the Southeast Asian region. The hotel was inaugurated August 5, 1962 by Indonesian President Sukarno’s become an icon of Jakarta and the Indonesian pride.

The monument was built opposite the hotel Welcome and fountains. It was called the fountain roundabout Roundabout Hotel Indonesia, and abbreviated as HI Roundabout.

Hotel Indonesia and the Welcome Monument was built to welcome the guests who came to Jakarta and following the 4th Asian Games in 1962. Architect of the hotel, Abel Sorensen, and his wife, Wendy, designing buildings covering 25 082 square meters.

Form of the hotel building was a letter T with the goal of keeping the hotel guests can enjoy spectacular views of Jakarta from the room and enjoy the warmth of sunshine in every room. Abel Sorensen designed the hotel as modern and efficient hotel. West Sumatra, a local architectural nuances embodied in modern Indonesian architecture. The first building was constructed 15-story Wing Ramayana, a new eight-story and Ganesh Wing.

When the 1962 Asian Games held in Jakarta, Hotel Indonesia became a center of information for Asian athletes, artists, observers and guest countries. Guest countries that have lodged among other Cambodian leader Prince Norodom Sihanouk and Philippine President Diosdado Macapagal.

The hotel has a distinctive character of Indonesia. Statue of Dewi Sri Trubus works on display in the front yard of the hotel. Also sized stone relief carving works of 24 mx 3 m Sanggar Sela Binangun from Yogyakarta. There is also a mosaic artist Gregory Sidhartha, mounted on Restaurants Ramayana.

Hotel Indonesia play a role to promote Indonesian art and cultural activities by holding regular musical and theatrical performances. Teguh Karya Hotel had been a stage manager of Indonesia. Slamet Rahardjo and Rima Melati duets here.

Circles are using the Hotel Indonesia in Jakarta as a “rendezvous”. In the mid 1970s, Nirvana Supper Club is in the highest terrace Ramayana Wing became the top choice of the elite of Jakarta.

Revitalization

After operating 42 years, the hotel ceased operations in 2004 due to its inability to compete with new hotels that continue to be built in Jakarta. Private investors and then buy this region.

The hotel has become a historical legacy was rebuilt in the spirit of revitalization. T-shaped architecture of the hotel may not be altered by private investors who bought the Hotel Indonesia’s regions.

Renovation of the Hotel Indonesia must refer to the provisions of the Governor of DKI Jakarta Decree No. 475 dated March 29, 1993 which set the hotel as a cultural heritage so that the historic buildings along with all assets therein must be preserved. “Just build a hotel with maintaining a structure of the more difficult and takes more time than a new building,” said Director of Communications for the Hotel Indonesia Kempinski Hanny Wahyuni. Cables, pipes, telephone lines available, should be dismantled carefully.

Renovation of Hotel Indonesia started in 2006. After three years of work, the Hotel Indonesia Kempinski-managed international network was opened in 2009. Communities can still enjoy their original form. Hotel Indonesia also continues to be the pride of the city.

Ryan Diharapkan Berjaya di Korsel

Posted: 12 Sep 2010 07:05 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Peboling nasional Ryan Lalisang diharapkan berjaya di Invitasi Korsel Boling di Seoul pada 13-17 September 2010. "Sehari setelah masyarakat di Indonesia merayakan Idul Fitri, Ryan bertolak ke Seoul untuk tampil di Invitasi Korsel Boling. Mudah-mudahan di hari yang Fitri, Ryan mendapat berkah meraih prestasi maksimal di Korsel," ujar manajer tim boling Indonesia Isra M Tahir di Jakarta, Minggu.

Isra mengatakan Ryan berangkat ke Korsel Sabtu malam dari Bandara Soekarno Hatta.

Menurutnya, bertanding sendiri tanpa kawan sering dilakukan oleh Ryan dalam meningkatkan prestasi yang dimiliki. Hal itu yang tidak membuat perasaan gugup saat bertanding di event internasional di negara manapun.

Melalui pengalamannya tampil di berbagai event internasional katanya, membuatnya banyak teman di berbagai negara tetangga. Atas perhitungan itulah, PB PBI tidak merasa canggung melepas atlet senior sendiri tampil di berbagai kejuaraan internasional.

Isra berharap di Korsel nanti Ryan minimal masuk peringkat sepuluh besar karena dalam pertandingan sebelumnya di kejuaraan dunia boling Agustus 2010, prestasinya kurang memuaskan. Guna memperbaiki kekurangan saat turun di Jerman, Ryan berusaha keras agar bisa turun di Invitasi Korsel Bowling.

Perbaikan prestasi yang akan dilakukan Ryan di Korsel tidak lain adalah sebagai acuan mempersiapkan diri menuju Asian Games XVI di Guangzhou, China, November mendatang, dengan harapan di Guangzhou nanti mampu mempertahankan sukses meraih medali emas.

Mempertahankan prestasi maksimal dengan medali emas ketika turun di Asian Games XVI di Guangzhou tidak semudah saat meraih prestasi maksimal di Doha, Qatar tahun 2006.

Untuk itu sebagai manajer, Isra memberikan kesempatan anak asuhnya melakukan ujicoba di berbagai event internasional sebelum tampil di Asian Games XVI Guangzhou.

Isra bersyukur keinginan memajukan prestasi Ryan didengar oleh Satuan Tugas Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dengan memberikan dukungan dan mengizinkan Ryan tampil di kejuaraan dunia di Jerman dan Invitasi Korsel Boling sebelum diterjunkan di Asian Games XVI. (*)
(ANT-131/R009)

Liga Super Terpotong Agenda Tim Nasional

Posted: 12 Sep 2010 04:35 AM PDT

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kompetisi Liga Super Indonesia musim 2010/2011 akan dimulai pada 26 September mendatang. Kompetisi yang diikuti oleh 18 tim ini masih menggunakan format satu wilayah dengan pembagian dua putaran dan sistem pertandingan kandang-tandang.

Namun jadwal kompetisi Liga Super akan dipotong jeda libur karena ada agenda tim nasional untuk Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara pada Desember nanti. Kebijakan Badan Liga Indonesia ini membuat kompetisi dihentikan sementara untuk mengantisipasi agenda persiapan dan turnamen yang akan dilakukan tim nasional.

Pada kompetisi musim lalu, beberapa klub yang pemain andalannya banyak dipanggil ke tim nasional mengeluhkan jadwal kompetisi yang mepet dengan agenda tim Merah-Putih. Persiapan klub pun menurun karena skuadnya tak lagi utuh.

Saat itu sempat muncul aturan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia agar pemain yang sedang mengikuti pemusatan latihan tim nasional tidak diperbolehkan ikut bermain di kompetisi Liga Super bersama klub. Liga akhirnya merevisi beberapa jadwal pertandingan dari klub-klub yang pemainnya dipanggil masuk ke tim nasional.

Meski agenda Piala AFF mempengaruhi jadwal kompetisi, persiapan tim nasional SEA Games 2011 tidak dimasukkan dalam rencana jadwal Liga Super. “Untuk Sea Games tidak akan mempengaruhi jadwal kompetisi karena tim nasional pakai pemain U-23, tapi kami harus menyesuaikan jadwal dengan agenda tim nasional senior yang turun di Piala AFF," kata Chief Executive PT Liga Indonesia, Joko Driyono.

Kali ini, Liga akan langsung meliburkan kompetisi selama dua bulan sejak November untuk mengakomodasi persiapan tim nasional mengikuti turnamen AFF. Akibatnya, jadwal pertandingan di musim 2010/2011 akan berlangsung lebih ketat dan bisa memainkan hingga 14 pertandingan per pekan. Namun di bulan berikutnya, kompetisi akan terhenti 10 hari karena tim nasional akan menjalani pertandingan uji coba internasional pada 9 dan 13 Oktober.

Ada pun pada awal November, jadwal pertandingan bakal lebih longgar karena tim nasional kembali menjalani laga uji coba pada tanggal 7 dan 11. Putaran pertama Liga Super hanya akan berlangsung sekitar tiga bulan dan akan selesai pada pekan ketiga Februari. Sedangkan putaran kedua Liga Super yang dimulai pada Maret bakal berjalan selama empat bulan.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA

Duke Nukem Forever Opened With pee scene

Posted: 11 Sep 2010 05:26 AM PDT

Indonesian Flash Games

Posted: 10 Sep 2010 11:14 AM PDT


Designer: Arief Raditya Purwanto (belugerin)
Programmer: Arief Raditya Purwanto (belugerin)
Site: Belugerin
Artwork: Awaken Dreams Studio
Music: Kevin macLeod
Genre: Skill -Avoid
Size: 2.35 MB

Unlimited Free Image and File Hosting at MediaFire

Description:
An addicting action avoid game, play through 40 unique levels, avoid addicting red blocks and collect addicting gold coins.

Instructions:
-Use addicting arrow keys or AWDS to move.
-Use addicting mouse to target.
-Hold addicting left mouse to shoot.
(Shoot only available at level 36 and higher)
-Avoid addicting red blocks.
-Collect addicting gold coins.
-Press P to pause.

Addicting Medals!

Jelang Undian AFF Cup 2010, Indonesia Cemas

Posted: 10 Sep 2010 02:20 AM PDT

INILAH.COM, Jakarta - Undian Piala Asia Tenggara 2010, yang sebelumnya populer dengan nama Piala Tiger, akan digelar di Vietnam, 15 September mendatang. Indonesia berpeluang masuk grup neraka.

Perhatian seluruh insan sepak bola Asia Tenggara akan tertuju ke Song Hong Gran Ballroom Sheraton, Hanoi, tempat dimana Federasi Sepak Bola ASEAN menggelar drawing.

"Drawing ini cukup menegangkan bagi Indonesia sebab terbuka kemungkinan Indonesia akan berada satu grup dengan tim kuat, seperti Thailand dan Singapura," ujar Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Nugraha Besoes di Jakarta, dikutip Antara.

Delapan negara dari bagian Tenggara benua Asia akan turut serta dalam turnamen yang penyisihannya diadakan di Indonesia dan Vietnam.

Indonesia, bersama lima negara lain, yakni Vietnam, Singapura, Thailand, Malaysia dan Myanmar otomatis lolos, sementara dua tempat lagi akan diperebutkan Laos, Kamboja, Timor Leste dan Filipina.

Laos akan menjadi tuan rumah babak kualifikasi, yang akan digelar tanggal 16-24 Oktober 2010.

Nugraha akan menjadi perwakilan Indonesia yang menghadiri undian di Vietnam, ditemani asisten pelatih Timnas, Wolfgang Pikal, serta Joko Driyono, Ketua Panitia Lokal (LOC) turnamen yang bertajuk lengkap AFF Suzuki Cup 2010 itu.

Manajer Humas PSSI, Tubagus Adhi mengatakan, pihak AFF juga mengundang para wartawan dari Indonesia untuk meliput acara undian ini dengan kuota terbatas.

Indonesia layak harap-harap cemas. Dengan tolok ukur prestasi beberapa tahun terakhir, Laskar Garuda sebenarnya tidak layak menjadi unggulan. Tengok saja pada SEA Games 2009 lalu, Boaz Solossa dkk digebuk tim kualifikasi, Laos, 0-2, yang kala itu ditangani pelatih Indonesia sekarang, Alfred Riedl.

Point Blank Indonesian Gamer World's Best | Free | Download <b>...</b>

Posted: 09 Sep 2010 12:20 PM PDT

"Indonesia is the best gamers in online games Point Blank," Jacy said Kim, Chief Operating Officer of PT Kreon, publisher of online games Point Blank in Indonesia to VIVAnews, the Social Security office at Menara Jakarta, Wednesday, ...

indonesiaindonesia.com Mobile

Posted: 09 Sep 2010 09:42 AM PDT

Perjuangan Berat di Asian Games

Posted: 09 Sep 2010 01:07 AM PDT

JAKARTA (Pos Kota)- Prestasi maksimal diharapkan bisa ditorehkan oleh atlet Indonesia di ajang Asian Games XVI di Guangzhou, China, November 2010. Hal tersebut diungkapkan Ketua Sport Development KOI (Komite Olimpiade Indonesia) Djoko Pramono.

“Tahun 2010 ada dua multi event hampir bersamaan yakni Asian Games XVI di China, November dan Asian Beach Games (ABG) II di Oman Desember.

Atlet yang dipromosikan di kedua multi event tersebut harus bisa membagi waktu untuk menyuguhkan medali bagi Merah-Putih,” ujar Djoko Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/9)

Djoko mengakui, perjuangan atlet nasional di tahun 2010 ini cukup berat, terutama yang dipersiapkan di dua multi event. Dengan harapan saat tampil di Asian Games XVI maupun ABG para atlet tersebut
sama-sama membuahkan hasil yang optimal.

Seperti halnya cabang bola voli pantai dan sepaktakraw sudah pasti atletnya harus berjuang di dua event tersebut. Dengan begitu bisa saja ketika tampil di Asian Games dapat dijadikan jenjang menuju ABG.

BISA DIMAKSIMALKAN
Bila jenjang waktu yang berdekatan bisa dipergunakan sebaik mungkin, maka tidak menutup kemungkinan dapat membawa nama harum bangsa dan negara di dua multi event internasional.
Djoko mengatakan, di Asian Games XVI Guangzhou, Indonesia menurunkan 244 atlet dari 25 cabang olahraga. Besarnya jumlah kontingen, sudah seharusnya diimbangi dengan perolehan medali emas.
Tahun 2006 di Doha, Qatar, Indonesia meraih dua medali emas, empat perak dan 14 perunggu. Pada Asian Games XVI di Guangzhou minimal dapat dipertahankan, kalau bisa dapat melampaui hasil yang diukir empat tahun sebelumnya.

Bila hal itu terjadi katanya, Indonesia tidak rugi menurunkan 244 atlet yang datang dari 25 cabang. Semula hanya 20 cabang saja namun kini bertambah lima cabang lagi yakni; voli indoor, menembak, sofbol, menembak dan biliar.

Djoko berharap lima cabang tambahan itu mempunyai peluang yang sama untuk menyuguhkan medali bagi Indonesia. Pada setiap event yang diikuti cabang biliar dapat memetik medali. Atas pertimbangan itulah cabang biliar diajukan masuk tim Asian Games XVI. Sedang cabang menembak, voli pantai dan sofbol minimal mampu menandingi kekuatan lawan disetiap pertandingan yang dilakukan. (bu/B)

Mockingjay (The Final Book of The Hunger <b>Games</b>) | Blogger <b>...</b>

Posted: 05 Sep 2010 04:45 AM PDT

Against all odds, Katniss Everdeen has survived the Hunger Games twice. But now that she-s made it out of the bloody arena alive, she-s still not safe. The Capitol is angry. The Capitol wants revenge. Who do they think should pay for the unrest? Katniss. And what-s worse, President Snow has made it clear that no one else is safe either. Not Katniss-s family, not her friends, not the people of District 12. Powerful and haunting, this thrilling final installment of Suzanne Collins-s groundbreaking The Hunger Games trilogy promises to be one of the most talked about books of the year.

Inafune: Devil May Cry 5 Akan Peroleh Sentuhan - www <b>...</b>

Posted: 02 Sep 2010 11:11 AM PDT

Warning: mysql_real_escape_string() expects parameter 2 to be resource, integer given in /home/sloki/user/h73253/sites/videogamesindonesia.com/www/includes/db/mysql.php on line 83. Warning: mysql_real_escape_string() expects parameter 2 ...

BLOGGER <b>INDONESIA</b> TEENS: Yo-yo <b>Games</b> Crazy Videos

Posted: 01 Sep 2010 02:47 AM PDT

Can you play yo-yo. Little time I love to play yo-yo, although I use first a little different with the many outstanding yo-yo now. Yo-yo Games Crazy Videos.

Tell me, who among you who feel highly qualified to play yoyo? If you feel you can, try to watch Yoyo Games Crazy Videos. I am sure you will be amazed. He can play yoyo with a very smooth, without any mistakes. And certainly the audience applause came so big.

 Watch Yoyo Games Crazy Videos :






 Watch Yoyo Games Crazy Videos

Review <b>Game</b> Online Point Blank <b>Indonesia</b> | Blognya Sanjaya Pinem

Posted: 22 Aug 2010 02:38 AM PDT

Well, if your computer is already sufficient for the specifications please download the games Point Blank Online Indonesia, free, or directly into the mirror if the first download did not work. If there must be an online-based game ...

Point Blank <b>Game</b> Online Point Blank <b>Indonesia</b>

Posted: 20 Aug 2010 03:15 AM PDT

Point Blank Game adalah salah satu Game Online  Indonesia yang paling laku saat ini. Game Point Blank, begitu menarik dan membuat kita merasa penasaran uantuk main Point Blank sepanjang hari. Walaupunbegitu banyaknya Game Online Terbaru yang hadir serta rilis tahun 2010 ini. Namun Point Blank, sebagai Game Online belum bisa ada yang menggantikan posisi dan kedudukannya di hati para gamers.

In external ballistics, point-blank range is the distance between a firearm and a target of a given size such that the bullet in flight is expected to strike the target without adjusting the elevation of the firearm. The point-blank range will vary with the firearm and its particular ballistic characteristics, as well as the target chosen. A firearm with a flatter trajectory will permit a nearer minimum and further maximum point blank range for a given target size, while a larger target will allow for a longer point blank range for a given firearm.

In forensics and popular usage, point-blank range has come to mean extreme close range (i.e., target within about a meter (3 ft) of the muzzle at moment of discharge but not close enough to be an actual contact shot). Gunshot wounds from point-blank are identified by extensive powder burns as well as tissue damage from perforation by unburned grains of gunpowder

The term point blank range is of French origin. The center of a target was once a small white spot and the French for white is blanc, and aim is point. The term therefore means "aim at the center of the target." [2]

The term originated with the techniques used to aim muzzleloading cannon. The barrels of the cannon tapered down from breech to muzzle, so that when the top of the cannon was held horizontal, the bore actually sat at an elevated angle. In addition, the firing of the gun caused the muzzle to elevate slightly due to recoil, and this would result in an upward movement by the shot even in a cylindrical cannon. This caused the shot to rise above the natural line of sight very soon after leaving the muzzle, and later dropping below the line of sight due to the curved trajectory of the shot.

By firing a given projectile and charge in the cannon, the distance at which the shot fell below the bottom of the bore could be measured. This distance was considered the point blank range. Any target within the point blank range required the gun to be depressed; any target beyond the point blank range required the gun to be elevated, up to the angle of greatest range, which happens somewhat before 45 degrees of elevation.

The point blank range varies significantly with not only the ballistics of the gun, but also its shape, as it is shape that determines the natural line of sight on which point blank range is based. Various cannon of the 19th century had point blank ranges from 250 yards (12 lb howitzer, 0.595 lb (0.270 kg) powder charge) to nearly 1075 yards (30 lb carronade, solid shot, 3.53 lb (1.60 kg) powder charge).

Small arms are often sighted-in so that the sight line and bullet path are within a certain acceptable margin out to the longest possible range, called the maximum point blank range. The range of distance inside the maximum point blank range is greatly dependent on the external ballistics of the cartridge in question; high velocity rounds have long point blank ranges, while slow rounds have much shorter point blank ranges. Other factors in the point blank range are the target size (which determines how far above and below the line of sight the trajectory may deviate), the height of the sights, and an acceptable drop before a shot is ineffective.

Maximum point blank range for hunting
A large target, like the vitals area of a deer, allows a deviation of a few inches (as much as 10 cm) while still ensuring a quickly disabling hit. A varmint such as a prairie dog requires a much smaller deviation, less than an inch (about 2 cm). The height of the sights has two effects on point blank range. If the sights are lower than the allowable deviation, then point blank range starts at the muzzle, and any difference between the sight height and the allowable deviation is lost distance that could have been in point blank range. Higher sights, up to the maximum allowable deviation, push the maximum point blank range further from the gun. Sights that are higher than the maximum allowable deviation push the start of the point blank range out from the gun; this is quite common on varmint rifles, where close shots are never made, as it places the point blank range out to the expected range of the targets.

Maximum point blank range for military use
This sight setting for maximum point blank range is also referred to in the military as Battle Zero. Soldiers are instructed to fire at any target within this range by simply placing the sights on the center of mass of the enemy target. Any errors in range estimation are tactically irrelevant as a well-aimed shot will hit the torso of the enemy soldier. The current trend for elevated sights and higher velocity cartridges in assault rifles is in part due to a desire to extend the maximum point blank range, which makes the rifle easier to use.

Calculating point-blank range
A projectile falls due to gravity once it leaves a weapon barrel. All objects at
the same geographic location fall with the same acceleration, denoted g, roughly 9.8 m/s² (32 ft/s²). Velocity is a vector; the vertical component of any projectile's velocity can be treated separately from the horizontal component. If the barrel is horizontal and at height h above the ground, then Newton's Equations of Motion can be used to show that the range is approximately \scriptstyle v \sqrt\frac{2h}{g}, where v is the muzzle velocity. This calculated range is reduced by air resistance. The air resistance depends on at least the frontal area of the projectile, the drag coefficient, air density and obviously the speed of the projectile -- making the problem a differential equation.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet