tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Sabtu, 18 September 2010 0 komentar

top games Discoveries Of A Study Into Improving Memory By Practising Mind <b>...</b>


Discoveries Of A Study Into Improving Memory By Practising Mind <b>...</b>

Posted: 18 Sep 2010 02:27 PM PDT

JawaBali.com fully loaded with information related to Bali Indonesia,Jawa Indonesia, Innovation Center,self improvement, ... Jawa Bali Indonesia ... The multi-million dollar brain training games industry would no doubt claim that its mental exercises are based on sound neurological theory and that therefore there is a reasonable possibility of improving your memory and other skills through using its mind exercise software. They have not however, at least to my knowledge, ...

Pet Society – New Items – August 17th – <b>Indonesia's</b> week <b>...</b>

Posted: 18 Sep 2010 01:01 PM PDT

  • CHEAT ENGINE

    Cheat Engine is an open source tool designed to help you with modifying games so you can make them harder or easier depending on your preference(e.g: Find that 100hp is too easy, try playing a game with a max of 1 HP), but also contains other usefull tools to help debugging games and even normal applications

    It comes with a memory scanner to quickly scan for variables used within a game and allow you to change them, but it also comes with a debugger, disassembler, assembler, speedhack, trainer maker, direct 3D manipulation tools, system inspection tools and more.

    Often times, job seekers may include all of their professional work experience and list every single achievement; do not make this mistake. Focus on the position you are applying for and list relevant work experience and relevant achievements. You may wonder, is an objective statement necessary? An effective objective statement is very specific and can be up to 7 words or less. We encourage the use of an objective statement to clearly identify what position or industry you want to work in.

Nortier Simanungkalit, Raja Mars dari Tarutung

Posted: 18 Sep 2010 05:26 PM PDT

Di dalam pengapnya udara angkot pada siang itu, Nortier Simanungkalit sedang berpikir keras. Ia mengemban mandat dari Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Sri Sultan Hamengku Buwono IX, untuk mencipta mars dan himne untuk Sea Games –pesta olahraga terbesar seAsia Tenggara– yang akan diselenggarakan di Jakarta. Di atas kendaraan umum itulah Pak Kalit –panggilan akrabnya– mendapat wangsit, memeroleh inspirasi brilian. Tak main-main, dua konsep lagu sekaligus langsung nyantol di kepalanya hanya dalam 30 menit perjalanannya dengan bus kota itu. Keduanya lagu khas Jawa, laras pelog untuk mars, slendro buat himne,. Konsep yang masih melekat di benaknya itu langsung digarap habis-habisan, dan jadilah lagu mars sekaligus himne untuk perhelatan akbar Sea Games.

Nortier Simanungkalit menganut satu prinsip dalam bermusik, "Mars adalah induk seluruh lagu." Itulah sebabnya mengapa komponis ulung ini tetap bersetia di ranah musik mars dan himne. Jalur yang tak populer inilah yang justru membawa namanya dikenal dunia. Kalit pernah menemani santap siang Richard Nixon, Presiden Amerika Serikat, pada 1972. Ketika itu Kalit bertugas sebagai juri Festival Paduan Suara Mahasiswa Internasional di negeri Paman Sam. Selain itu, sekurun 1968-1981, ia menjadi anggota International Music Council UNESCO. Yang terbaru, tahun 1999, Kalit diminta untuk mencipta lagu himne oleh Palang Merah Amerika. Tugas ini ia selesaikan dalam waktu sebulan dan hasilnya sangat memuaskan. Medali Special Recognition pun disematkan di dadanya atas prestasi yang gilang-gemilang itu.

Musikolog kelahiran Tarutung, Sumatera Utara, pada 17 Desember 1929, itu sempat merasakan kerasnya dunia kemiliteran dengan mengemban jabatan sebagai Komandan Tentara Pelajar Sub-Teritorial VII Sumatera Utara. Nalurinya musikalnya menuntun Kalit untuk meletakkan senjata dan nyemplung ke ranah irama. Maka menjelmalah seorang Nortier Simanungkalit menjadi salahsatu legenda musik Indonesia, yang sangat piawai khususnya dalam mencipta lagu mars dan himne. Patut dicatat, Kalit tak pernah belajar musik secara khusus, ia seorang musikus otodidak. Bakat musiknya alamiah karena ia dilahirkan dan besar di lingkungan basis pendidikan musik dan pendidikan seminari Protestan.

Proses pembelajaran sendiri ini akhirnya memengaruhi cara Kalit menyusun komposisi. "Karena saya tidak pernah menempuh pendidikan formal, saya harus menguatkan ungkapan perasaan musikal saya melalui imajinasi. Saya seolah-olah mendengar alunan lagu pada saat saya mengarang sebuah lagu. Komposisi nada, irama, harmoni, dan suara penyanyinya terbayang dalam benak saya. Inspirasi itu lalu segera saya tulis pada secarik kertas, yang kemudian saya sempurnakan agar dapat dibaca dan dimainkan oleh orang lain," aku Kalit seperti yang dikatakannya kepada seorang wartawan dan mantan aktivis paduan suara Universitas Jember, Lambertus L. Hurek.

Kalit mulai mencipta lagu-lagu mars dan himne sejak remaja. Namun ia sempat pula mengarang lagu bergenre pop. Lagu berjudul Sekuntum Bunga di Taman itu ia ciptakan ketika masih menjadi mahasiswa baru di Fakultas Pedagogi Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta. Ketika lagunya diputar di RRI (Radio Republik Indonesia) Jogjakarta, semangat menciptanya kian menggebu. Hasilnya, ratusan lagu berkualitas meluncur mulus dari hati, otak, dan tangannya.

Kepasrahan hidup untuk mengabdikan diri di dunia musik, utamanya paduan suara, menuntun Kalit menjalani jejak karirnya. Bersama dengan Umar Kayam, ia membentuk dan memimpin Paduan Suara Mahasiswa UGM. Dari tahun 1957 hingga 1964, ia menjadi guru seni suara di sebuah SMA di Jogjakarta. Pada 1966, Kalit diangkat sebagai Kepala Dinas Musik pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya, pada 17 Januari 1963, ia mendirikan dan membina Paduan Suara Pusat Olah Vokal (POV). Sekurun 1967-1989, Kalit dipercaya sebagai Ketua Dewan Juri Bintang Radio dan Televisi. Ia juga pernah mendapat kepercayaan untuk menjadi penasihat Paduan Suara Mahasiswa di ITB (Intitut Teknologi Bandung). Kalit bahkan sempat menjadi anggota MPR pada periode 1987-1992.

Sebelum mencipta lagu, Kalit selalu berdoa dulu. "Tuntunlah saya supaya berhasil membahagiakan orang yang menerima lagu ini," begitu bunyi doanya seperti yang diungkapkan Kalit dalam majalah Gatra edisi 16 April 2004. Setelah itu, ia melakukan perenungan. Kadang lirik yang lebih dulu muncul, baru kemudian lagunya. Kadang sebaliknya. Sedangkan inspirasinya bisa didapat dari sembarang tempat, misalnya di bus kota seperti ketika ia mendapatkan komposisi lagu mars dan himne untuk Sea Games.

Hingga akhir 2006, Kalit mengaku sudah mencipta lebih dari 300 lagu. Karya puncak Kalit, seperti yang diakuinya, adalah lagu bertajuk Warisan III yang diciptakannya pada 1988-1992. Lagu ini merupakan salahsatu dari trilogi Warisan yang terinspirasi dari kondisi di Indonesia pascakemerdekaan. Warisan III mencerminkan keresahan dan keprihatinannya sebagai anak negeri terhadap moral bangsa yang masih jauh dari harapan.

Inilah keresahan terbesar Kalit, apalagi ketika dibenturkan dengan kenyataan bahwa musik paduan suara mulai kurang diminati oleh kalangan muda di Indonesia. Kalit menuding terjangan musik komersial sebagai biang keladinya. "Saya lihat anak-anak muda sekarang cenderung ke dangdut. Situasinya sangat buruk," ungkapnya. Bagi Kalit, musik yang baik harus memenuhi keseimbangan empat unsur penting, yakni melodi, harmoni, ritme, dan timbre. Keseimbangan itu harus jelas terutama untuk paduan suara atau musik klasik sehingga menghasilkan harmoni. "Rock, hard rock, metal, yang hanya mementingkan unsur ritme saja adalah racun. Melodi nggak ada, jadi tidak ada yang mengalir. Timbre juga tidak ada, hanya keyboard dan gitar. Warna string nggak ada," keluh Kalit seperti dikutip dari Kompas edisi 22 Agustus 1999.

Banyak pihak yang memercayakan pembuatan lagu untuk mars, himne, atau paduan suara, kepadanya, baik dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari instansi pemerintah, swasta, kampus, hingga partai politik. Himne Golkar dan PDI (Partai Demokrasi Indonesia) adalah hasil kreasinya, begitu juga mars Pemilu tahun 1999 dan 2004. Kalit pula yang mencipta irama untuk Senam Pagi Indonesia dan Senam Kesegaran Jasmani pada 1980-an yang sempat sangat familiar itu. Tak pelak, sejumlah penghargaan pun menghampirinya, termasuk penghargaan Lifetime Achievement dari Koalisi Media KPU dan SCTV.

Kalit memendam cita-cita besar untuk bangsanya. Ia ingin mendirikan paduan suara di seluruh pelosok tanah air dengan tujuan menjadikan manusia Indonesia sebagai manusia musikal supaya harkat, daya nalar, dan intelektualnya tinggi. "Dengan menjadi bangsa yang musikal, Indonesia tidak akan tertinggal dengan bangsa lain," tegas suami seorang putri dari Solo, Sri Sugiarti, ini. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai musik, dan Kalit percaya bahwa suatu saat Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa yang maju itu.

Iswara N. RadityaPenikmat Musik Indonesia


Tags: Musik

World Cup 2014 : Kesebelasan Indonesia ada di Brasil 2014

Posted: 18 Sep 2010 12:56 AM PDT

Saya gemes Indonesia terakhir ini tidak bisa berbicara banyak dalam kompetisi sepak bola baik regional ASEAN dan Asia, bahkan dunia. Padahal kalau merunut ke belakang ada banyak bukti bahwa Indonesia bisa menjadi salah sati wakil dari AFC (Asian Football Confederation). Semula wakil Asia hanya satu, namun sejak 1998 wakil dari Asia sebanyak 4,5. Bahkan sejarah mencatat wakil pertama dari Asia adalah Indonesia (saat itu Hindia Belanda / Dutch East Indies) yaitu pada Piala Dunia 1938 di Perancis (data FiFA).

Saya sengaja tidak membicarakan kelemahan dan ketidakberuntungan Indonesia dalam sepak bola, terlalu banyak kalau disebutkan, tiada habisnya yang membuat mental kita ciut untuk membuktikan bahwa kiprah bangsa Indonesia bisa lebih baik. Tulisan ini khusus memotivasi semua dari bangsa Indonesia bahwa Sepak Bola Indonesia pantas untuk tampil di Brasil pada tahun 2014. Berikut fakta-fakta positif yang bisa jadi instrospeksi, pembelajaran, hikmah dan motivasi agar bersama-sama (bergotong royong) semua elemen masyarakat, organisasi sepak bola dan olahraga serta pemerintah untuk membuktikan bahwa Indonesia pantas ada di Brasil.

Sejarah Ikut Piala Dunia 1938

Pada tahun 1930-an, ada 2 wakil Asia yang dianggap bisa tampil dalam putaran final Piala Dunia yaitu Jepang dan Hindia Belanda. Sehubungan Jepang mengundurkan diri karena sedang berperang dengan Cina maka Hindia Belanda yang mewakili.

FIFA memutuskan untuk PSSI dan Federasi Sepakbola Hindia Belanda berunding untuk penentuan pemain, namun terjadi ketegangan dan sepihak Federasi Sepakbola Hindia Belanda mengirimkan ke Perancis dengan bendera Hindia Belanda dengan pemain yaitu : Achmad NAWIR, Anwar SUTAN, DORST,  Frans HUKON, Frans MEENG, G. FAULHABER, G. VAN DEN BURGH, Hans TAIHUTTU, Henk SOMMERS, Hong Djien TAN, J. HARTING, Jack SAMUELS, Mo Heng TAN, R. TELWE, See Han TA, NSuvarte SOEDARMADJI, TEILHERBER, Tjaak PATTIWAEL dan pelatih  Johannes VAN MASTENBROEK (Belanda).

Sehubungan sistem gugur Hindia Belanda langsung gugur begitu menghadai Hongaria 0 : 6 ( 0 : 4) pada pertandingan tanggal 5 Juni 1938, di kota Reims, Velodrome Municipale pukul 17:00 dihadiri 9.000 penonton. Ternyata Hongaria pada 1938 merupakan kesebelasan yang cukup tangguh dan meruapakn runner-up (Juara ke-2) pada Piala Dunia tahun 1938 tersebut.

Sejarah mencatat bahwa Hindia Belanda yang merupakan cikal bakal negara Indonesia merupakan wakil pertama Asia di Piala Dunia sepakbola.

Sejarah Keikutsertaan Asia sepanjang sejarah  Piala Dunia

Sejak Piala Dunia diadakan tahun 1930, hanya 12 negara yang masuk AFC yang pernah merasakan merumput di putara Final Piala Dunia. Sampai 1982, wakil Asia paling banyak 1 negara, tahun 1986 sampai  1994 hanya diwakili 2 negara, dan sejak 1998 diwakili 4 - 5 negara tergantung hasil kualifikasi.

Berikut negara Asia / wakil AFC yang pernah merumput pada putaran final Piala Dunia :

1930 tidak ada wakil Asia
1934 tidak ada wakil Asia
1938 Hindia Belanda
1942 tdk ada Piala Dunia (Perang Dunia II)
1946 tdk ada Piala Dunia (Paska PD II)
1950 tidak ada wakil Asia
1954 Korea Selatan
1958 tidak ada wakil Asia
1962 tidak ada wakil Asia
1966 Korea Utara
1970 Israel
1974 Australia
1978 Iran
1982 Kuwait
1986 Irak dan Korea Selatan
1990 Uni Emirat Arab dan Korea Selatan
1994 Arab Saudi dan Korea Selatan
1998 Arab Saudi, Korea Selatan, Jepang dan Iran
2002 Korea Selatan, Jepang, Republik Rakyat China dan Arab Saudi
2006 Arab Saudi, Australia, Iran,  Japan, dan Korea Selatan
2010 Australia, Jepang, Korea Selatan dan Korea Utara

Dengan demikian statistik keikutan per negara adalah sebagai berikut :

  1. Korea Selatan : 8 kali ; 2010, 2006, 2002, 1998, 1994, 1990, 1986, 1954
  2. Jepang : 4 kali ; 2010, 2006, 2002, 1998
  3. Arab Saudi : 4 kali ; 2006, 2002, 1998, 1994
  4. Australia : 3 kali ; 2010,2006, 1974
  5. Korea Utara : 2 kali ; 2010, 1966
  6. Iran : 3  kali ; 2006, 1998, 1978
  7. RRC : 1 kali ; 2002
  8. Uni Emirat Arab : 1 kali;  1990
  9. Irak : 1 kali; 1986
  10. Kuwait : 1 kali ;1982
  11. Israel : 1 kali; 1970 (saat ini sudah masuk Zona Eropa)
  12. Indonesia (d/h Hindia Belanda) : 1 kali; 1938

Sejarah mencatat Indonesia negara pertama ASEAN (Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, Brunei, Cambodia, Laos, Myanmar, Vietnam,  Timor-Leste.  Australia (undangan)) yang pernah ikut putaran final (diluar Australia). Bahkan RRC yang notabene negara terbanyak penduduknya hanya mengirimkan tim 1 kali yaitu tahun 2002.

Wah itu khan dulu ? Sekarang prestasinya anjlok dan secara internal belum ada pembinaan yang baik dan pembibitan. Mari kita berkaca pada Juara Piala Dunia berikut :

  1. Brazil - 1958, 1962, 1970, 1994, 2002 (5 kali)
  2. Italia - 1934, 1938, 1982, 2006 (4 kali)
  3. Jerman - 1954, 1974, 1990 (3 kali)
  4. Argentina - 1978, 1986 (2 kali)
  5. Uruguay - 1930, 1950 (2 kali)
  6. Inggris - 1966 (1 kali)
  7. Perancis - 1998 (1 kali)
  8. Spanyol - 2010 (1 kali)

Spanyol dan Perancis yang di masa lalu tidak pernah Juara, akhirnya pada tahun 1998 (Perancis) dan 2010 (Spanyol) mencatat dalam sejarah menjadi negara ke-7 dan ke-8 yang menjadi Juara Piala Dunia. Lebih gila lagi, Uruguay yang hanya berpenduduk 3,5 juta jiwa (bandingkan Jakarta yang lebih dari 5 juta jiwa) pernah berjaya di 1930 dan 1950 menjadi Juara Piala Dunia, bahkan tahun 2010 mengukir masuk semi final (4 besar) pada putaran final dan memboyong Diego Forlan menjadi pemain terbaik di Afrika Selatan 2010.

Prestasi Indonesia di Regional (Asia Tenggara)

Berikut event besar yang pernah diikuti Indonesia yaitu

  1. Sea Games (1977, 1979, 1981, 1983, 1985, 1987, 1989, 1991, 1993, 1995, 1997, 1999, 2001, 2003)
  2. Tiger Cup (1996, 1998, 2000, 2002, 2004)

Sedangkan Prestasi  atas event tersebut yaitu :

Sea Games :
1. Tahun 1979. perak.
2. Tahun 1981. perunggu.
3. Tahun 1987. emas.
4. Tahun 1989. perunggu.
5. Tahun 1991. emas.
6. Tahun 1997. perak.
7. Tahun 1999. perunggu.

Tiger Cup :

* 1996 - Runner-up
* 1998 - Peringkat 3
* 2000 - Runner-up
* 2002 - Runner-up
* 2004 - Runner-uo
* 2007 - Babak penyisihan grup
* 2008 - Semifinalis

Posisi beberapa negara Asia Tenggara adalah sebagai berikut :

Thailand     I :3 (1996, 2000, 2002) II:2 (2007, 2008) III:- IV:1 (1998)
Singapura     I :3 (1998, 2004, 2007)    II:-     III:1 (2008)     IV:-
Vietnam     I :1 (2008)     II:1 (1998)     III:3 (1996, 2002, 2007) IV:1 (2000)
Indonesia     I :-     II:3 (2000, 2002, 2004) III:2 (1998, 2008)     IV:1 (1996)
Malaysia     I :-     II:1 (1996) III:3 (2000, 2004, 2007)     IV:1 (2002)
Myanmar   I :- II:- III:- IV: 1 (2004)

Sejarah mencatat di tingkat regional Asia Tenggara, prestasi Indonesia  pernah berjaya di tahun 1987 dan 1991 (emas Sea Games) serta menduduki peringkat ke-2 Tiger Cup yaitu tahun 2000, 2002 dan 2004. Prestasi Indonesia tidak jelek-jelek amat, hanya perlu dimunculkan kembali. Kita bisa kok.

Bisakah menjadi 4 besar di di Asia ?

Untuk lolos ke putaran final Piala Dunia setidaknya menjadi 4 besar di Asia. Berikut prestasi terbaik berdasarkan kawasan AFC yaitu :

  • WAFF (Asia Barat) : 9 gelar, Iran (3), Arab Saudi (3), Kuwait (1), Irak (1) , Israel (1)
  • EAFF (Asia Timur) : 5 gelar, Jepang (3), Korea Selatan (2)
  • AFF (Asia Tenggara) : Runner-up (Myanmar, 1968)
  • SAFF (Asia Tengah dan Selatan) : Runner-up (India, 1964)

Berikut tim nasional tersukses di Asia :

  • Arab Saudi     I : 3 (1984, 1988, 1996) II :3 (1992, 2000, 2007)     -
  • Iran     I: 3 (1968*, 1972, 1976*) II:-     III: 4 (1980, 1988, 1996, 2004) IV:1 (1984)
  • Jepang     I: 3 (1992*, 2000, 2004) II: - III:-  IV:1 (2007)
  • Korea Selatan I:2 (1956, 1960*) II:3 (1972, 1980, 1988) IV:3 (1964, 2000, 2007)     -
  • Israel[2]     I:1 (1964*) II:    2 (1956, 1960)     III:1 (1968)
  • Kuwait     I: 1 (1980*) II:1 (1976) III:1 (1984) IV:     1 (1996)
  • Irak     I: 1 (2007)

Sedangkan Prestasi Tim Nasional di Asia adalah :

Asian Games :
1. Tahun 1958. perunggu.
2. Tahun 1986. ke-4.

Olimpiade (1956)
Olimpiade diselenggarakan di Melbourne Australia. Tim asuhan Toni Pogacknik ini berhasil membuat sensasi dengan menahan imbang raksasa sepakbola dunia saat itu yaitu Uni Soviet dengan skor 0-0.

Asian Games (1958)
Masih dilatih oleh Toni Pogacknik,pada Asia Games Tokyo ini Timnas berhasil meraih medali perunggu yang merupakan medali pertama yang diperoleh oleh Indonesia pada turnamen resmi Internasional.

Piala Asia
1996   Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia. Piala Asia 2004 diselenggarakan di Uni Emirat Arab. Partai pertama Indonesia menjadi kenangan terindah bagi Indonesia.Indonesia secata mengejutkan menahan imbang juara piala teluk Kuwait setelah sebelumnya unggul 2-0.Kedua gol Indonesia dicetak dengan spektakuler. Gol salto Widodo yang merupakan gol pertama dinobatlan sebagai gol terbaik asia tahun 1996. 2004   Piala Asia 2004 di China ini merupakan kali ketiga untuk Indonesia. Pada Piala Asia inilah Indonesia berhasil menorehkan sejarah baru dengan mencatat kemenangan pertamanya dalam ajang Piala Asia lewat kemengan 2-1 atas Qatar.Tim asuhan Ivan Kolev ini sebenarnya berpeluang untuk kembali mencatat sejarah lolos ke babak perempat final, namun sayang pada partai terakhir Indonesia kalah 1-3 dari Bahrain.

Sejarah mencatat Indonesia pernah menjadi 3 - 4 besar di Asia, dengan demikian potensi Indonesia menjadi 4 besar harusnya bisa.

Pertandingan Tingkat Intenasional Indonesia pernah Seri dan Menang

Seandainya Indonesia beruntung, cukup memenangkan pertandingan penting dan  lolos babak kualifikasi (5 tahap) yang menjadikan salahs atu negara mewakili Asia (AFC) 4,5 jatah untuk Piala Dunia. Mari berkaca pada pertandingan terdahulu (historis) Indonesia pernah menang atau minimal seri dengan negara yang pernah lolos ke Piala Dunia yaitu :

Kualifikasi Kontinental

  • 2009    di Jakarta  tanggal   28/01/2009     IDN (Indonesia)   0:0    AUS (Australia), putaran kedua
  • 1968    di Taipei    tanggal  29/07/1967    (Korea)  KOR    1:1    IDN  (Indonesia)
  • 1996    di Dhabi     04/12/1996    IDN  Indonesia)   2:2 (2:0)    KUW  (Kuwait), pertemuan di grup
  • 2000    di Tripoli (Lib)     13/10/2000     KUW (Kuwait)     0:0    IDN  Indonesia), putaran pertama
  • 2009    di Jakarta     18/11/2009     IDN Indonesia)    1:1 (1:0)    KUW (Kuwait), putaran kedua

Kualifikasi Piala Dunia FIFA World Cup™

  • 1958    di Rangoon  tanggal   23/06/1957     CHN    0:0    IDN (Indonesia) , babak pertama
  • 1958    di Jakarta     12/05/1957     IDN (Indonesia)    2:0 (0:0)    CHN  (China), babak pertama
  • 1982    di Surabaya     30/08/1981     IDN  (Indonesia)    1:0 (0:0)    AUS (Australia), babak pertama
  • 1990    di Jakarta     21/05/1989     IDN  (Indonesia)   0:0    PRK (Korea Utara), babak pertama
  • 1990    di Jakarta     28/05/1989     IDN  (Indonesia)   0:0    JPN (Jepang), babak pertama

Persahabatan

  • 1934    di Manila  tanggal   13/05/1934     JPN  (Jepang)   1:7    INH(Hindia Belanda)

Meski sering serinya, namun sebenarnya Indonesia tidak patut rendah diri dalam pertandingan sepak bola, negara-negara besar di Asia pun pernah ditahan imbang oleh Indonesia. Bahkan tahun 1982 di Surabaya mengalahkan Australia 1 : 0 dan tahun 1934 mengalahkan dengan telak Jepang 7 : 1. Luar biasa.

Kebanggaan, martabat dan potensi Indonesia untuk berperan penting dan disegani di Asia patut diperjuangkan bersama. Kita bisa,  semangat juang Barra dari Uruguay patut diteladani. Barra adalah daya juang yang tanpa henti meski dalam segala bentuk tekanan sampai batas waktu  terakhir. Kitapun punya daya juang yang sama yang mengalir dalam tiap darah putra-putri Indonesia.

Bangsa dengan 3,5 juta penduduk saja bisa masuk ke semi final Piala Dunia 2010, kita dengan 237 juta lebih penduduk tentunya mewujudkan impian paling tidak lolos ke putaran final di Brasil tahun 2014. Team SAD Indonesia yang berguru ke Uruguay (Liga U 17) semoga bisa menerapkan daya juang yang tinggi seperti daya juang pahalwan kemerdekaan yang pantang mundur sebelum menang. Pada saat 2014, pemain U 17 dan para seniornya kita yakin akan bisa mengibarkan bendera putih di Brasil 2014.

Majulah Indonesia, majulah sepak bola Indonesia, mari dukung bersama. Kita Bisa kok.

sumber : http://www.pssi-football.com/ dan http://en.wikipedia.org/

http://ibprabowo.blogdetik.com/2010/06/30/apa-bisa-indonesia-jadi-juara-piala-dunia/


Tags: FIFA, PSSI, sepak bola, WC 2014, World Cup Brasil 2014, WC2014, Indonesia, AFC, Asia, Add new tag

Tidak Menjanjikan Medali, Sofbol Putri Batal ke Asian Games

Posted: 17 Sep 2010 05:29 AM PDT

Gugun Yudinar berniat mengundurkan diri sebagai Ketua Umum PERBASASI karena tidak bisa membawa timnya maju Asian Games.

Tim Voli Indoor Putra Akan Uji Coba ke Vietnam

Posted: 17 Sep 2010 12:16 AM PDT

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) memasang target ranking enam di Asian Games nanti.

Tim Renang Indonesia Tampil di Kejuaraan Dunia

Posted: 16 Sep 2010 06:35 PM PDT

17/09/2010 08:29 (Renang) Sebelum turun pada Asian Games XVI di Guangzhou, Cina, tim renang Indonesia rencananya akan tampil pada seri kejuaraan renang dunia di Singapura.

Pejudo Kaltim di Asian Games XVI 2010

Posted: 16 Sep 2010 06:04 PM PDT

SAMARINDA. Cabor judo di Kaltim kembali berbangga diri. Pasalnya dua atlet judo dan satu pelatih dari Benua Etam dipastikan memperkuat kontingen Indonesia pada perhelatan besar pesta olahraga se-Asia, Asian Games XVI di Guangzhou, China, 2 sampai 18 November 2010 mendatang. Dua atlet yang bakal memperkuat Tim Merah Putih tersebut adalah…

Watch nfl <b>Games</b> Online

Posted: 12 Sep 2010 11:15 AM PDT

videogamesindonesia.com - Marvel vs. Capcom 3 Sambut Satu Lagi <b>...</b>

Posted: 09 Sep 2010 06:17 PM PDT

Situs Informasi Video Game Pertama Indonesia, ... [Event Report] World Cyber Games 2010 Indonesia National Final @ Mal Taman Anggrek. July 14, 2010. First Impression Nintendo 3DS, Handheld 3D Terbaru dari Nintendo ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet