tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Minggu, 11 Juli 2010 0 komentar

top games Seleknas Bowling di Indonesia Open


Seleknas Bowling di Indonesia Open

Posted: 11 Jul 2010 10:50 AM PDT

VIVAnews  - Setelah sukses menggelar kejuaraan boling berkelas internasional tahun lalu, kali ini PT.Jaya Bowling Indonesia kembali akan menggelar sebuah kejuaraan boling berkelas internasional dengan nama '8th Indonesia International Open Tenpin Bowling Championship'. Kejuaraan ini merupakan salah satu dari rangkaian Asian Bowling Federation (ABF) Tour yang juga diakui oleh World Tenpin Bowling Association (WTBA) dan diselenggarakan setiap tahun.

8th Indonesia International Open Tenpin Bowling Championship kali ini akan berlangsung hingga 17 Juli 2010 di Jaya Ancol Bowling Center.
Kejuaraan kali ini akan diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari 15 negara berbeda yaitu: Indonesia, India, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Mesir, Australia, Filipina, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Singapura, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab dan Jepang.

Jumlah peserta yang akan mengikuti kejuaraan kali ini melebihi jumlah peserta pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan ini mencapai 100 peserta dari 11 negara berbeda, sedangkan pada tahun ini jumlah peserta yang mengikuti mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat. Menurut rencana kejuaraan ini akan dibuka secara resmi pada tanggal  12 Juli 2010 oleh ketua KONI Rita Subowo.

Ketua pelaksana 8th Indonesia International Open Tenpin Bowling Championship Mahendra Wardhana mengatakan, “Kejuaraan ini merupakan kejuaraan berskala internasional yang diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi peboling nasional yang akan berhadapan dengan peboling-peboling dari negara lain dan juga memancing animo masyarakat untuk lebih menggemari olahraga ini”.

Sementara itu, di kejuaraan kali ini Indonesia akan diwakili oleh peboling nasional Ryan Leonard Lalisang, Tannya Roumimper dan Putty Armein yang akan turun di kelas Open.

“Dengan ikuti bertanding di kejuaran level internasional seperti ini saya berharap dapat bersaing dengan peboling-peboling dari negara lain dan sudah pasti akan memberikan pengalaman berkompetisi bagi saya dan peboling nasional lainnya” ujar Ryan peboling andalan Indonesia di kelas Men Open.

Kejuaraan ini juga akan digunakan sebagai seleksi tahap akhir bagi para peboling nasional untuk penetapan anggota tim nasional yang akan dipersiapkan ke ajang 16th Asian Games di Guang Zhou, China pada bulan November mendatang.

• VIVAnews

Mana Semangatmu

Posted: 11 Jul 2010 07:34 AM PDT

SemangatPesta bola piala dunia akan segera usai. Hingar bingar bola telah kita lewati bersama selama sebulan penuh. Apa yang bisa kita petik dari pesta piala dunia 2010 di Afrika Selatan tersebut ? Banyak sekali, mulai dari tontonan permainan kelas dunia yang dipertontonkan oleh semua tim terbaik dunia, semangat menyala-nyala untuk menang dari para pemain, fair play hingga pertunjukkan dan penyelenggaraan yang tertata dengan begitu rapih dan terkoordinasi. Sayang memang, Indonesia masih belum mampu ikut serta dalam pesta sepakbola terakbar di dunia tersebut.

Terlepas dari pelaksanaan pesta bola tersebut, saya jadi sedikit teringat pada masa kecil saya. Saya teringat, ketika kecil saya menyaksikkan tim olahraga Bulutangkis Indonesia bertanding di televisi. Entah itu memperebutkan piala Thomas, Uber bahkan sampai Piala Sudirman. Tontonan itu sepert memacu adrenalin saya. Memacu emosi saya. Membuat saya bangga akan semangat putra-putri Indonesia dalam memperjuangkan kemenangannya untuk memperebutkan gelar juara. Bahkan saking tegangnya, saya teringat Ibu saya sampai tidak berani menontonnya. Karena tegang, takut jantungnya kumat katanya. Padahal ibu saya tidak punya penyakit jantung.Terlepas hasilnya menang atau kalah, tapi saya merasa bangga saat itu. Melihat perjuangan para putra-putri terbaik bangsa berjuangan yang terbaik.

Kemudian, saya teringat, di tahun 1992, semoga saya tidak salah. Di saat ada penyelenggaraan kejuaraan sepakbola piala Asia di Kuwait, dimana Indonesia setelah beberapa kali pelaksanaan tidak ikut serta, bisa ikut serta di ajang piala Asia tersebut. Tidak ada yang menggunggulkan Indonesia dalam kejuaraan tersebut. Bahkan Indonesia dianggap sebagai anak bawang di kejuaraan tersebut. Namun apa yang terjadi, di pertandingan pertama Indonesia mampu menahan tim tuan rumah Kuwait, dengan skor 2-2. Bahkan Indonesia sempat unggul 2-0 terlebih dahulu, sebelum disamakan tim tuan rumah. Yang lebih hebat lagi, gol pertama Indonesia yang dicetak Widodo C. Putra, dinobatkan sebagai gol terbaik di Asia. Gol kelas dunia saya kira. Disitu kita bisa melihat semangat juang para atlet olahraga untuk memperjuangkan yang terbaik bagi negara kita. Tapi apa yang terjadi dengan saat ini ?

Saya sebagai masyarakat Indonesia, seperti rindu dengan itu semua. Rindu melihat perjuangan dan semangat para atlet olahraga Indonesia memperjuangkan olahraga Indonesia. Semoga saya salah, namun pendapat saya, atlet Indonesia seperti tidak memiliki semangat dalam bertanding. Semua orang pasti bisa merasakan semangat, jika memang itu ada dalam diri setiap atlet Indonesia. Saya tidak tahu kenapa, tapi saya merasa semangat atlet kita tidak seperti dahulu.

Bulutangkis kita terpuruk jauh. Bahkan dari atlet negara kelas dua saja kita sudah tertinggal jauh. Kita sudah bukan lagi sebagai negara yang ditakuti di dalam bulutangkis. Diselenggarakan di Indonesia saja, kita tidak mampu juara. Sepakbola, apalagi. Bukannya bingung dan ribut membahas tentang bagaimana memajukan sepakbola, tapi kita malah disibukkan dengan segala permasalahan yang ada di dalam tubuh PSSI. Mulai dari mafia pertandingan, mafia wasit, korupsi dsb dsb. Kita sudah bukan siapa-siapa lagi di kancah persepakbolaan Indonesia. Di Asean saja kita sudah kalah, apalagi Asia…. Sea Games dan Asian Games apalagi. Sudah tertinggal jauh. Kita tidak usah berbicara Olimpiade, yang paling kecil saja kita sudah kalah. Sudah tidak ada ceritanya lagi kita menjadi juara umum di Sea Games.. Kita benar-benar tertinggal… Olahraga kita benar-benar tertinggal jauhhh… Jauhhh sekali…

Saya benar-benar rindu melihat semangat yang tinggi dari atlet-atlet Indonesia dalam bertanding. Saat saya melihat Korea Utara melawan Brasil di pertandingan piala dunia, saya berandai-andai.. Andaikan Korea Utara itu Indonesia. Saya akan bangga sekali. Sebuah negara yang bukan apa-apa, tapi mampu menahan dan mengimbangi Brasil yang notabene negerinya sepakbola dunia. Saya mungkin berkhayal, ketika menonton acara Indonesia Mencari Bakat di Trans TV, saya melihat semangat para peserta dalam menampilkan karya seni yang terbaik. Mereka begitu bersemangat dalam menampilkan jiwa seni yang dimilikinya, untuk bisa dinikmati penonton di Indonesia. Saya hanya berkhayal, andai semangat itu bisa ditularkan ke dalam para atlet olahraga Indonesia…

Saya rindu semangatmu atlet Indonesia… Saya rindu… Mana Semangatmu…..

Heru Wijayanto, MBA. MM. M.MT (si_heyu@hotmail.com)

Associate Dean III For Student Council IEU Surabaya


Tags: Indonesia, siheyu, sepakbola, bulutangkis, piala dunia, atlet indonesia, atlet, semangat, rindu, pesta bola, tim, terbaik, dunia

Obsesi Susyana Ukir Emas Wushu di China

Posted: 11 Jul 2010 06:36 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Atlet wushu asal DKI Jakarta, Susyana Thjan, berobsesi menyuguhkan medali emas bagi kontingen Indonesia di Asian Games XVI di Guangzhou, China, November mendatang.

"Di Guangzhou nanti saya ingin mengikuti jejak Jaenab, atlet senior asal Sumatera Utara yang menyuguhkan medali perak pertama kali dari cabang wushu saat diturunkan di Asian Games XIII Thailand tahun 1998," ujar Susyana di Jakarta, Minggu.

Diakuainya, dengan usia menginjak 27 tahun ia berharap bisa mengejar ketinggalan prestasi dari atlet asal China. Karena tampil di Asian Games XVI pesaing terberat datang dari Negeri Tirai Bambu itu. Dengan begitu sudah seharusnya melakukan latihan lebih keras lagi dengan waktu yang masih tersisa tiga bulan.

Sisa waktu tiga bulan menuju Asian Games XVI bukanlah waktu yang panjang. Semua itu memerlukan kedisiplinan dalam melakukan latihan keras sebelum dikirim ke China.

Susyana mengatakan dipilih masuk tim inti Asian Games XVI memerlukan latihan di China. Karena berlatih di negeri "Tirai Bambu" bisa membandingkan prestasi yang dimiliki dengan atlet asal China.

Dengan begitu kerja kerasnya semakin tertantang untuk menghasilkan prestasi maksimal. Meraih prestasi maksimal dengan menyuguhkan medali emas di SEA Games XXV Laos, bisa dijadikan sebagai loncatan menuju jenjang yang lebih tinggi lagi.

Dalam menggapai prestasi ia tidak pernah puas. Meski usianya sudah menginjak 27 tahun, namun tekad meningkatkan prestasi yang dimiliki cukup tinggi. Semua itu dijadikan modal utama sebelum dikirim ke Asian Games.

Ia berobsesi, sebelum pensiun sebagai atlet dan menekuni bidang kepelatihan atlet asal DKI Jakarta itu ingin menyuguhkan prestasi optimal di multi event Asia. Semua itu dapat dijadikan modal sebelum terjun sebagai pelatih. (ANT/S005)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet