tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Minggu, 29 Agustus 2010 0 komentar

top games Pelti Seleksi Timnas SEA Games


Pelti Seleksi Timnas SEA Games

Posted: 29 Aug 2010 04:51 PM PDT

Pelti Seleksi Timnas SEA Games PDF Cetak Email

Jakarta, (Analisa)

Pengurus Besar Persatuan Tenis Lapangan Indonesia menyeleksi pemain tim nasional, khusus cabang soft tenis, untuk persiapan menghadapi Southeast Asian Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan, pada 2011.

"Kami sudah melakukan seleksi terhadap lima pemain putra dan lima putri untuk tim soft tenis Indonesia yang akan berlaga di SEA Games 2011," ujar Wakil Sekjen Pengurus Besar Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PB Pelti) Ferry Raturandang di Jakarta, Minggu (29/8).

Kelima pemain putra yang terpilih adalah Hendri Susilo Pramono, Edi Kusdaryanto, Ferlu Montolalu, Prihatin, dan Prima Simpatiaji. Lima pemain putri, antara lain Wukirasih Sawondari, Wanda Jane Maukar, Nursanti Ebo, Paulinawati, dan Maya Rosa.

Kecuali Wukirasih Sawondari yang dari Bali dan Nursanti Ebo dari Makassar, kedelapan pemain lain seluruhnya berasal dari DKI Jakarta. "Seleksi dilakukan selama dua hari pada Sabtu dan Minggu," ujarnya.

Dijelaskan Ferry, seleksi putri diikuti oleh enam petenis dan hanya menyisihkan Sediati yang merupakan adik kandung mantan petenis nasional Wukirasih Sawondari, sedangkan pemain putra yang tersisih adalah Mario Ronaldo, Wisnu Wijaya, dan Anto.

"Setelah tim ini terbentuk rencananya mereka akan kita kirimkan ke Kejuaraan Soft Tenis Asia Tenggara di Kota Kinabalu, Sabah Malaysia pada September mendatang. Mereka akan berangkat pada 16 September. Sepulang dari sana mereka akan digembleng di Pelatnas," ujarnya.

Dikatakan, cabang soft tenis akan dipertandingkan secara resmi pada SEA Games 2011 dengan tujuh nomor standar, yakni tunggal putra-putri, ganda putra-putri, ganda campuran, serta beregu putra dan putri. (Ant)

 

Indonesia Pasar yang Patut Dilirik Investor Asing

Posted: 29 Aug 2010 04:47 PM PDT

Jakarta, (Analisa) Keberhasilan Indonesia dalam menghadapi krisis, meningkatnya peringkat, dan berkurangnya hutang Indonesia membuat Indonesia menjadi pasar yang patut dilirik oleh para investor asing.

Lindswell Raih Emas di Sportaccord Combat Games 2010

Posted: 29 Aug 2010 04:37 PM PDT

Medan, (Analisa). Pewushu Indonesia Lindswell mengumbar senyum manisnya saat diabadikan dengan peraih medali perak Miyaoka Ai (Jepang) dan perunggu Tao Yi Jun (Singapura) usai pengalungan medali di Beijing.

Indonesia Raya Berkumandang di Beijing ; Lindswell Raih Emas di Sportaccord Combat Games 2010

Posted: 29 Aug 2010 04:23 PM PDT

Medan, (Analisa) Pewushu asal Sumut Lindswell kembali menorehkan prestasi manis, merebut medali emas bagi Indonesia pada Sportaccord Combat Games 2010 yang berakhir Minggu (29/8) di Beijing.

PB ISSI Yakin Kualitas Pembalapnya

Posted: 29 Aug 2010 01:01 PM PDT

JAKARTA (SINDO) – PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) optimistis dengan kualitas empat pembalap yang diproyeksi tampil di Asian Games (AG) Guang Zhou 2010.

KONI Harapkan Kepanitian Segera Terbentuk

Posted: 29 Aug 2010 09:04 AM PDT

Jelang Asean Para Games 2011

KONI Harapkan Kepanitian Segera Terbentuk

image

Solo, CyberNews. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surakarta berharap kepanitian untuk Asean Para Games 2011 di Indonesia segera terbentuk. Dengan terbentuknya kepanitian ini diharapkan bisa segera menjalankan persiapan untuk menggelar pesta olahraga penyandang cacat se-Asia Tenggara tersebut. Asean Para Games ini sendiri rencananya akan digelar di Jateng dan Kota Solo dipilih untuk menggelar event dua tahunan tersebut.

Ketua KONI Kota Surakarta Sumartono Hadinoto pada Suara Merdeka CyberNews menyebutkan bahwa dengan terbentuknya kepanitian, setidaknya akan muncul tahapan-tahapan kerja. Dari tahapan kerja inilah nantinya yang akan digunakan untuk menyiapkan berbagai keperluan seperti diantaranya penyiapan sejumlah venue pertandingan. Diakui Sumartono, pihak KONI Surakarta hingga saat ini belum diajak berbicara tentang kepanitian Asean Para Games 2011, baik dari pemerintah pusat maupun dari Indonesia National Paralympic Committee (NPC).

Dia juga mengakui bahwa sejumlah pejabat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sempat berkunjung ke Solo untuk mengecek sejumlah venue. “Kami paham kalau pada kepanitian Asean Para Games besok, posisi kami sebagai panitia pendamping. Meskipun begitu kami siap membantu penyelenggaraan tersebut dan juga meminta dukungan dari pemerintah kota setempat,” jelas pria yang juga aktif di berbagai organisasi ini.

Terpisah Ketua Indonesia NPC (ex. Badan Pembinaan Olahraga Cacat/BPOC), Senny Marbun mengakui belum adanya persiapan untuk menggelar event tersebut, termasuk dalam hal kepanitian. “Sampai hari ini kok belum ada permintaan dari pusat agar kami membentuk panitia. Praktis kami tidak bisa bergerak mendahului,” jelas Senny, Minggu (29/8).

(Gading Persada/CN14)

Taufik Kalah, Indonesia Kembali Tanpa Gelar

Posted: 29 Aug 2010 08:20 AM PDT

Kejuaraan Dunia Bulutangkis Paris

Taufik Kalah, Indonesia Kembali Tanpa Gelar

image

Jakarta, CyberNews. Untuk kesekian kalinya tim bulutangkis Indonesia harus kembali tanpa gelar, setelah Taufik Hidayat,  yang menjadi harapan satu-satunya dikalahkan oleh pemain China Chen Jin dalam kejuaraan bulutangkis yang diselenggarakan di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Prancis, Minggu (29/8).

Pada partai kedua final malam ini, Taufik kalah dua game langsung dari Chen Jin dengan skor 13-21, 15-21.

Menurut Sekjen Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Yacob Rusdianto, permainan Taufik sudah bagus, hanya saja lawannya bermain lebih bagus. "Semua serangan Taufik mampu dikembalikan, termasuk bola-bola sulit yang dilancarkannya selalu dapat diantisipasi Chen Jin," kata Yacob.

Dengan kekalahan ini, lanjut Yacob, dapat diketahui sebatas apa gambaran persiapan tim bulutangkis Indonesia menjelang Asian Games yang akan berlangsung di Guangzhou, China, akhir tahun ini. "Sisa waktu tiga bulan akan digunakan untuk melakukan persiapan yang lebih baik," tutup Yacob.

(Ant/CN14)

Indonesia Kembali Tanpa Gelar Setelah Taufik Kalah

Posted: 29 Aug 2010 07:41 AM PDT


Pada partai kedua final yang berlangsung di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Prancis, Minggu, Taufik, unggulan kelima kalah dua game langsung dari unggulan keempat Chen Jin 13-21, 15-21 dalam 47 menit.

Kegagalan tersebut membuat Indonesia untuk kali kedua berturut-turut tidak meraih gelar di Kejuaraan Dunia setelah tahun lalu di Hyderabad, India, satu-satunya finalis asal Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir juga keluar sebagai "runner-up".

"Harus kita akui, dan berlatih lebih keras lagi," ujar Sekjen Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yacob Rusdianto mengenai kegagalan Indonesia tersebut.

Dia menilai Taufik sudah main bagus. Akan tetapi, lawannya lebih bagus. Bahkan, semua serangan Taufik mampu dikembalikan, termasuk bola-bola sulit yang dilancarkannya selalu dapat diantisipasi Chen Jin.

"Tim China betul-betul sudah mempelajari permainan lawan termasuk Taufik, kita harus akui mereka tetap yang terbaik saat ini," katanya menambahkan.

Yacob yang sebelumnya mengatakan bahwa Kejuaraan Dunia tersebut akan menjadi gambaran Indonesia di Asian Games yang berlangsung di Guangzhou, China, akhir tahun ini. Dan, pihaknya akan memanfaatkan sisa waktu tiga bulan untuk melakukan persiapan yang baik.

"Kami ditarget satu medali (di Asian Games), tentunya akan kita usahakan maksimal. Persaingan ketat dan Lin Dan pun di sini bisa kalah, jadi sisa tiga bulan dengan persiapan yang baik mudah-mudahan bisa berhasil," katanya berharap.


Kalah Segalanya

Pada game pembuka, Chen Jin langsung melaju 7-0. Namun, sebagian poin tersebut diperoleh akibat pengembalian Taufik yang kurang akurat sehingga pukulannya banyak keluar bidang lapangan.

Sejak itu juara Swiss Super Series tersebut tidak pernah terkejar oleh Taufik dan menutup game pertama dengan kemenangan 21-13 saat pengembalian Taufik menyangkut di net.

Taufik berusaha memperketat jarak angka di awal game kedua hingga kedudukan 10-12. Namun, setelah itu beberapa kesalahan kembali membuatnya tertinggal hingga 10-17 dan 12-20.

Ia berusaha menambah beberapa angka sebelum pengembalian yang jatuh di luar bidang lapangan membawa kemenangan bagi Chen Jin.

"Dia lebih bagus segala-galanya, dari segi fisik dan yang lain saya kalah," kata Taufik yang pada 10 Agustus lalu berusia 29 tahun.

Sebelumnya, China sudah meraih satu gelar saat pasangan unggulan delapan Zheng Bo/Ma Jin mengalahkan rekan senegara mereka unggulan enam He Hanbin/Yu Yang 21-14, 21-10.

Negeri Tirai Bambu itu berpeluang menyapu bersih gelar karena selain memastikan final sesama pemain China pada tunggal dan ganda putri, mereka juga meloloskan finalis pada ganda putra.(*)
(T.F005/R009)

Dua Atlet Biliar Dipanggil Pelatnas Asian Games

Posted: 28 Aug 2010 10:50 AM PDT

Liputan6.com, Jakarta: Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) memastikan dua atlet nasional, Rycky Yang dan Irsal Nasution, dipanggil masuk pelatihan nasional (Pelatnas) Asian Games XVI di Guangzhou, Cina, November 2010.

"Sambil menunggu Surat Keputusan (SK) Program Indonesia Emas (Prima) PB POBSI sudah menentukan dua atlet untuk diajukan masuk pelatnas Asian Games," ujar Sekretaris Jenderal PB POBSI Sudaryanto di Jakarta, Sabtu (28/8).

PB POBSI punya alasan Ricky dan Irsal dipanggil ke pelatnas. Keduanya berhasil menyuguhkan prestasi optimal saat tampil di Piala Guinness. Irsal mampu menerobos ke babak final. Sementara Rycky berada di urutan ketujuh. Prestasi itu yang membuat PB POBSI mencatat dua atlet itu diajukan ke pelatnas Asian Games XVI.

PB POBSI diminta mengirim pelatih dan manajernya oleh Program Indonesia Emas (Prima). Atas permintaan itulah akhirnya Sudaryanto sendiri yang bertindak sebagai manajer dan Lili Hartono sebagai pelatih mengikuti lokakarya. Melalui lokakarya yang berlangsung dua hari, manajer dan pelatih ditempa agar atletnya mampu meraih sukses.

Sudaryanto optimistis. "Meski terlambat masuk pelatnas, saya optimistis dua atlet nasional mampu menunjukkan prestasi terbaiknya saat tampil di Guangzhou," katanya.(ASW/ANS/Ant)

Indonesia NPC Pesimistis Ulang Prestasi Tiga Emas

Posted: 27 Aug 2010 06:21 AM PDT

Asian Para Games Guangzhou China

Indonesia NPC Pesimistis Ulang Prestasi Tiga Emas

image

Solo, CyberNews. Indonesia National Paralympic Commitee (NPC) pesimistis dapat mengulang prestasi raihan tiga emas di ajang Asian Para Games 2010 yang berlangsung di Guangzhou, China, 12-20 Desember mendatang. Hal ini tidak terlepas dari minimnya dana dan persiapan yang dilakukan induk cabang olahraga penyandang cacat tersebut.

"Sepertinya cukup berat kalau kami mengulang prestasi saat Asian Para Games 2006 lalu di Malaysia. Saat itu kami mendapatkan tiga emas, delapan perak, dan sepuluh perunggu. Persiapannya pun saat itu cukup lama," kata Ketua Indonesia NPC (dulu Badan Pembinaan Olahraga Cacat/BPOC-red) Senny Marbun, Jumat (27/8).

Meski dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), ujar Senny, memastikan dana persiapan dan pemberangkatan atlet akan turun, tapi hal tersebut sampai saat ini juga belum jelas waktunya. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan persiapan pun sangat minim.

"Akibat persiapan minim ini, kami hanya turun di lima dari 24 cabang olahraga yang dipertandingkan. Kami realistis saja, daripada ikut di banyak cabang tapi tidak dapat bersaing. Apalagi tuan rumah China tampaknya akan begitu sangat mendominasi," jelasnya.

Lima cabang olahraga tersebut, sebut Senny, yakni atletik, angkat berat, renang, tenis meja, dan bulu tangkis. Dari lima cabang itu, dua cabang seperti tenis meja dan bulu tangkis dipatok dapat menyumbangkan medali.

Pasalnya, untuk bulu tangkis sendiri pada Asian Para Games 2006 lalu mampu menyumbangkan dua emas, sedangkan renang satu emas. "Minimal memberikan medali dulu. Tidak harus emas," imbuhnya.

Meski persiapan sangat minim, bukan berarti Indonesia NPC tidak menyiapkan para atletnya. Rencananya selepas Lebaran ini akan digelar TC di Kota Solo.

Menurut Ketua Bidang Cabang Olahraga Indonesia NPC Abdul Azis, para atlet yang akan mengikuti TC diambilkan dari
hasil-hasil kejurnas yang sebelum bulan puasa ini sudah digelar. "Seperti pada Juli lalu baru di gelar Kejurnas Atletik Penyandang Cacat. Nah, mungkin atlet-atlet yang tampil sebagai juara di sana kami ikutkan TC," tandas Azis.

(Gading Persada/CN26)

Indonesian games

Posted: 23 Aug 2010 02:06 PM PDT

Indonesian games objects: Hom Pim Pah. Sut. Congklak. Kubuk. GalahAsin. This set of objects was developed for the Open-IT Project, but the inspiration for it came from a meeting of the ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet