tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Selasa, 29 Juni 2010 0 komentar

top games Pendekar Kungfu Indonesia


Pendekar Kungfu Indonesia

Posted: 29 Jun 2010 08:42 PM PDT

Alkisah ayahanda dan kakek penulis cersil terkenal Indonesia Kho Ping Hoo, adalah pendekar Kung Fu yang cukup handal. Konon ilmu Kung Fu itu diturunkan kepada ketiga putera mereka, yaitu Kho Ping Hoo, Kho Kiong An dan Kho Kiong San. Kho Ping Hoo sendiri berlatih Kung Fu sejak kecil, mendalaminya secara fisik, budaya dan pemikiran, hingga pada akhirnya ketika tahun 1952 di usia ke 27 thaun, Kho Ping Hoo mulai menuliskan pemikirannya menjadi karya-karya cersil yang mengasyikan. Saya sendiri adalah salah satu penikmatnya yang setia.

Adik Kho Ping Hoo, yaitu Kho Kiong An pada tahun 1980 mendirikan sebuah perguruan Kung Fu, yang diberi nama perguruan Silat Laras Jagad. Perguruan ini kemudian berkembang, dan ilmu Kung Fu itu diturunkan kepada ketiga anaknya, Theta, Gora dan Gogi. Berkat kegigihan dan keuletan serta kecintaan pada Kung Fu, akhirnya pada tahun 2007, di bulan November Gogi Nebulana, menjadi pendekar Kung Fu pertama Indonesia yang meraih medali emas dan menjadi juara dunia, ketika menjuarai Jianshu (sword play) di kejuaran World Wushu Championship ke 9 di Beijing. Dikejuaran ini Gogi Nebulana yang berusia 26 tahun mengalahkan pendekar Liu Yang dari Hong Kong.

Kung Fu sebagai sebuah mata pertandingan olah raga, tampil lewat perjalanan panjang yang cukup unik. Nama Kung Fu yang populer itu, dalam kompetisi olahraga dikembalikan ke istilah aslinya yaitu Wushu. Wushu, pertama kalli masuk kompetisi di SEA Games, pada tahun 1991. Sedangkan Indonesia baru memiliki PB Wushu pada tahun 1992, dan bertanding pertama kalinya dalam SEA Games tahun 1993 di Singapura sampai sekarang. Di arena Asian Games, Indonesia bertanding Wushu pertama kali di Hiroshima Jepang pada tahun 1994. Pada awal tahun 1998 istilah Wushu untuk pertama kali ditulis di dalam berita acara rapat Olympic Council of Asia (OCA). Dalam rapat ini diputuskan penetapan Wushu sebagai mata acara pertandingan. Sejak itu istilah "Wushu" sudah resmi digunakan di dalam arena pertandingan International Olympic.

Kata Wushu sendiri konon terdiri dari 2 kata. Kata pertama memiliki arti bela atau militer, dan kata kedua memiliki arti kemahiran atau disiplin. Sejarah Wushu, masih simpang siur. Sebagian mengatakan bahwa ilmu bela diri ini berkembang hampir 3.000 tahun yang lalu, ketika kekaisaran Tiongkok terpecah belah dan dirong-rong oleh sejumlah pemberontakan. Disaat itulah, jagoan, dan jawara tumbuh subur termasuk kemahiran mereka berkelahi. Namun sebagian orang mengatakan bahwa Wushu sejarahnya jauh lebih tua. Hampir 4.000 tahun yang lalu, ketika kaisar beken Tiongkok Huang-Di atau yang dikenal dengan sebutan The Yellow Emperor, sudah memiliki sebuah sistim mirip Wushu yang diperkenalkan sebagai kemahiran bertempur untuk mendisiplinkan tentaranya, dan sekaligus sebagai kemahiran untuk menunjukan jenjang karir di kemiliteran.

Legenda Wushu kemudian bergulir, ketika disebuah kuburan tua dinasti Han ( antara tahun 206 sebelum Masehi hingga tahun 24 Masehi ) didekat Changsha di propinsi Hunan, ditemukan sebuah gulungan sutera, yang memperlihatkan sejumlah posisi tubuh manusia dan berbagai gerakan meditasi, membungkuk dan jongkok. Seorang tabib yang hidup di era Dinasti Han Timur, Hua To konon menciptakan sejumlah gerakan olah tubuh yang meniru gerakan hewan, yang dikenal dengan nama Wuqinxi atau gerakan lima hewan. Cerita ini mirip dengan sejumlah kisah populer yang kemudian kita kenal lewat fim-film Kung Fu ala biara Shao Lin.

Lagi cerita yang populer adalah ketika pada abad ke 17, biara Shaolin diprovinsi Fukkien, dikenal sebagai kawah candradimuka yang mencetak pendekar-pendekar Kung-Fu terbaik diseluruh daratan Tiongkok. Pemerintahan Manchuria yang "dag-dig-dug" menghadapi sejumlah pemberontakan, akhirnya membakar biara Shaolin. Dengan harapan memutus supply pemberontak. Menurut kisah yang diturunkan turun temurun, ternyata ada 5 pendekar Kung-Fu yang lolos. Salah satunya adalah Hung Eee Kan. Beliau sangat menguasai Kung-Fu bergaya Harimau yang terkenal gesit dan memiliki pukulan mematikan.

Suatu hari, Hung Eee Kan melihat seorang kakek melatih seorang gadis muda berlatih Kung-Fu. Ia terpesona, karena tidak mengenali gayanya sama sekali. Berlainan dengan gaya Harimau, gaya Kung-Fu yang satu ini, sangat elok, elegan dan lemah gemulai. Hung Eee Kan akhirnya mengintip dengan seksama dibalik pohon. Tak lama kemudian, sang kakek mengendus keberadaan Hung Eee Kan. Lalu Hung diajak berlatih Kung-Fu bersama. Dan Hung Eee Kan sangat terkejut bahwa ternyata Kung-Fu gaya Harimau-nya tidak mempan melawan Kung-Fu sang wanita yang lemah gemulai. Wanita itu kemudian terkenal dengan nama Tee Eng Chon.

Akhirnya Hung Eee Kan tinggal dengan kakek Tee dan berguru ilmu Kung-Fu lemah gemulai itu, yang kemudian dikenal dengan nama ilmu Kung-Fu bangau putih. Lama-lama Hung Eee Kan jatuh cinta dengan Tee Eng Chon dan keduanya akhirnya menikah. Dari perkawinan inilah akhirnya lahir kesempurnaan ilmu Kung-Fu dengan kombinasi Harimau dan Bangau Putih. Yang kemudian menjadi cerita-cerita heroik dalam film-film Kung Fu di Asia era 70'an dan 80'an.

Saat ini di Jakarta sendiri sedang diselenggarakan Kejurnas Wushu Senior dan Junior serta Kejuaran Open Wushu Taolu Junior dari tanggal 27 Juni hingga 2 Juli 2010, di GOR Pertamina – Jakarta . Kiprah pendekar Wushu (Kung Fu) Indonesia sebenarnya sanggat membanggakan. Disamping Gogi Nebulana yang pernah menjadi juara dunia. Kita masih memiliki sejumlah pendekar berbakat yang usianya masih belia dengan potensi yang luar biasa. Di Sea Games 2009 di Laos, team Wushu Indonesia meraih 2 emas, 6 perak dan 3 perunggu. Dalam kejuaran dunia 2009 di Toronto yang lalu, Indonesia menduduki posisi nomer 9. Kita masih tertinggal tentunya di banding Iran, Hongkong, Macau, Malaysia dan Jepang.

Namun posisi ini bukanlah posisi pesimis, karena melihat banyaknya serta potensi pendekar-pendekar Junior Wushu di Indonesia, saya yakin Wushu bisa jadi olahraga andalan yang mengharumkan prestasi bangsa dan negara. Membuat Indonesia menjadi nomer satu di ASEAN dan 3 besar di ASIA, tidaklah menjadi cita-cita kosong. Masalah olahraga di Indonesia memang klasik, antara pembibitan dan pembinaan. Menjadi juara dunia, tidak hanya membutuhkan tekad dan semanggat. Tetapi disiplin dan kerja keras. Serta dukungan organisasi yang penuh dedikasi dan memiliki infrastruktur yang memadai. Hati kecil saya berharap semoga Wushu yang memiliki awal cukup baik dapat kita lanjutkan menjadi kebanggan bangsa. Tidak merosot ditahun-tahun berikutnya. Masa sih bangsa sebesar kita ini, tidak ada satu-pun olah raga yang prestasinya bisa kita kuasai. Semoga Wushu bisa menjawab tantangan itu.


Tim Gabungan Pantau Kesiapan Arena SEAG

Posted: 29 Jun 2010 03:15 PM PDT

Rabu, 30 Juni 2010 | 04:53 WIB

Jakarta, Kompas - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Selasa (29/6), mengatakan, tim pemantau akan memastikan kesiapan arena-arena pertandingan atau venues untuk SEA Games XXVI 2011 pada minggu ini. Tim tersebut merupakan gabungan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia, pengurus besar olahraga, dan pemerintah provinsi.

”Tim gabungan itu turun di empat provinsi yang menjadi tempat penyelenggaraan SEA Games 2011. Rabu (30/6) ini tim turun ke Jakarta, Bandung, kemudian ke Jawa Tengah dan Sumatera Selatan,” ujar Wafid.

Menurut Wafid, tim gabungan tersebut turun ke empat provinsi itu untuk merespons pernyataan provinsi tuan rumah SEA Games XXVI sekaligus memastikan kesiapan tempat seperti yang diungkapkan pada rapat konsolidasi panitia penyelenggara SEA Games 2011 minggu lalu.

Pada rapat itu perwakilan keempat provinsi tersebut memastikan bahwa tempat-tempat pertandingan yang akan dipakai bertanding cabang-cabang olahraga yang sudah ditentukan sudah siap. ”Waktu itu perwakilan provinsi menyatakan beberapa hal. Ada tempat pertandingan yang siap dipergunakan dan hanya membutuhkan renovasi di beberapa hal. Juga ada tempat pertandingan yang baru siap 60-70 persen,” tutur Wafid.

Sementara, ujar Wafid, pemerintah menginginkan seluruh tempat pertandingan bagi 44 cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games 2011 harus siap 100 persen.

Renovasi

Seperti diberitakan Kompas (23/6), tempat-tempat pertandingan untuk SEA Games XXVI ditargetkan siap pada Juni 2011. Ketua Pengembangan Olahraga Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Djoko Pramono saat itu mengatakan, dari empat provinsi penyelenggara, tiga di antaranya melakukan renovasi tempat-tempat pertandingan, sedangkan satu provinsi membangun baru tempat-tempat pertandingan, selain merenovasi.

”Kami akan memastikan pengerjaan renovasi tempat-tempat pertandingan, demikian juga pembangunannya,” ujar Wafid.

Wafid menyatakan, selain menurunkan tim pemantau, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga menunggu usulan dukungan pendanaan daerah untuk membantu membiayai renovasi ataupun penyiapan arena pertandingan. Diharapkan usulan dukungan dari empat provinsi tuan rumah SEA Games XXVI sudah diterima Kemenpora minggu ini.

Usulan dukungan anggaran daerah itu perlu dan sudah dibicarakan dalam rapat dengar pendapat di Komisi X DPR. ”Usulan dukungan dari daerah dipastikan akan mengurangi anggaran SEA Games 2011, yang saat ini dihitung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sebesar Rp 3 trilun,” ujar Wafid.

Selain itu, kata Wafid, Kemenpora juga meminta dukungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga dua tahunan tersebut. (HLN)

17 Petinju yang Terus di Pelatnas

Posted: 29 Jun 2010 03:15 PM PDT

Jakarta, Kompas - Pengurus Besar Persatuan Tinju Amatir Indonesia hanya mempertahankan 17 petinju terbaik dalam pemusatan latihan nasional tinju SEA Games 2011. Direktur tim pelatnas tinju PB Pertina, HN Serta Ginting, mengatakan hal tersebut Selasa (29/6).

Peluang Indonesia Tertutup

Posted: 29 Jun 2010 03:14 PM PDT

Gresik, Kompas - Peluang Indonesia nyaris tertutup pada Kejuaraan Voli Wanita Asia setelah takluk dari Jepang, 5-25, 10-25, dan 8-25, Selasa (29/6) di Gresik, Jawa Timur. Ini merupakan kekalahan ketiga beruntun Indonesia yang kini menghuni dasar klasemen Grup A.

Empat Negara Ikuti Piala Betawi

Posted: 29 Jun 2010 03:14 PM PDT

Selasa, 29 Juni 2010 | 05:31 WIB

Jakarta, Kompas - Untuk kelima kalinya, Jakarta Water Polo Community bekerja sama dengan Persatuan Renang Seluruh Indonesia Pengurus Provinsi DKI Jakarta menghelat turnamen polo air Betawi Cup Waterpolo International Tournament, 30 Juni-3 Juli 2010. Turnamen tahunan ini diikuti empat negara, yaitu Indonesia, Singapura, Hongkong, dan China.

Ajang tahunan ini untuk pembinaan atlet, selain untuk memperingati ulang tahun Jakarta. Itulah mengapa peserta turnamen ini adalah atlet di bawah usia 20 tahun atau U20.

Turnamen bersifat invitasi. Namun, panitia sebetulnya ingin mengundang banyak negara. Malaysia tidak jadi ikut karena penerbangan penuh, sedangkan Thailand masih kisruh dengan politik dalam negeri. ”Justru China yang bersemangat ikut,” kata Ketua PRSI DKI Jakarta Lukman Niode, Senin (28/6).

China mengirim tim nasional yunior di turnamen berhadiah medali ini. ”Ini kesempatan kita untuk belajar dari China. Maka, khusus untuk China, kami menanggung biasa akomodasi dan transportasi,” ujar Ketua Komisi Teknik PRSI DKI J Calvin Legawa. Hongkong dan Singapura dengan senang hati mendaftar.

Indonesia mendaftarkan empat tim, dua tim putra dan dua tim putri. Singapura mengikutsertakan satu tim putra dan satu tim putri. Hongkong satu tim putri dan China satu tim putra.

”Dengan China ikut turnamen ini, kami bisa belajar banyak,” kata Ketua Panitia Betawi Cup Heru Purwanto. Tim polo air China menjadi juara di Asian Games Doha 2006.

Di kejuaraan ini Indonesia pernah menang dua kali, yakni tahun 2006 saat pertama kali turnamen digelar dan tahun 2008. Juara tahun 2007 adalah tim polo air dari Singapura dan tahun 2009 dari Thailand.

Persiapan SEA Games

Lukman mengatakan, turnamen ini sekaligus untuk penjajakan atlet yang akan terjun di SEA Games. Pada SEA Games 2009, tim putra Indonesia meraih emas pertama di cabang polo air. Prestasi ini harus dipertahankan, salah satunya dengan mempersiapkan lapis kedua, yakni atlet yang masih yunior. ”Kita harus sebanyak mungkin menggelar kompetisi,” ujar Lukman.

Indonesia kini memiliki dua jagoan yang sangat diandalkan. Maulana Bayu Herfianto pernah disekolahkan di Amerika Serikat dan bermain di liga utama AS. Atlet lain adalah Mohammad Hadian Utoro, yang bermain di Divisi Dua Liga Polo Air Jerman.

Calvin mengatakan, polo air pertama kali dipertandingkan di PON 1948. Namun, lantas tidak populer karena kurangnya pembinaan dan anggaran. (IVV)

Mayoritas Provinsi Setuju Wanita jadi Petinju

Posted: 29 Jun 2010 09:17 AM PDT

JAKARTA - Di beberapa daerah di Indonesia, petinju wanita masih dianggap tabu. Gara-garanya, tinju dianggap sebagai olahraga keras dan tidak sesuai dengan kodrat wanita. Manager Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Serta Ginting, menyatakan, sebenarnya sudah hampir semua provinsi di Indone ...

Mahasiswa Jadi Pemandu SEA Games Sumsel

Posted: 29 Jun 2010 06:35 AM PDT

PALEMBANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatra Selatan (Sumsel) akan merekrut 50 orang mahasiswa untuk dijadikan pemandu kontingen peserta SEA Games (SEAG) XXVI di Palembang, 11 November 2011. Seleksi ketat akan dilakukan kepada mahasiswa yang berminat menjadi pemandu Sea Games.

"Kami memilih mahasiswa sebagai pemandu karena mahasiswa dirasa cocok menjalankan perkerjaan ini. Mahasiswa adalah sosok anak muda yang memiliki fisik baik sehingga tidak diragukan kemampuannya untuk menemani para kontingen hingga larut malam," kata wakil ketua II KONI Sumsel  Dhenie Zainal SE , Selasa (29/06/2010) di Palembang.

Hal ini akan berbeda jika panitia mempekerjakan seorang pekerja pemerintah untuk menjadi pemandu. "Biasanya orang yang sudah bekerja akan malas-malasan jika harus turun ke lapangan menemani atlet atau ofisial tamu,” katanya.

“Para atlet mungkin akan akan berbelanja souvenir atau berkeliling Kota Palembang. Saya rasa jika mahasiswa yang disuruh melakukan tugas ini, mereka justru antusias dan bersemangat," tambah Dhenie.

Nantinya, Mahasiswa yang terpilih harus melewati beberapa proses seleksi dan memenuhi kriteria yang ditetapkan panitia, seperti memiliki pengetahuan umum mengenai kebudayaan dan pariwisata di Kota Palembang serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris.

"Ke-50 mahasiswa yang nantinya terpilih akan mendapat pelatihan khusus, salah satunya mengenai tata krama terhadap tim tamu dan menjaga nama baik bangsa," ujar dia.

Dhenie mencontohkan seperti pemandu kontingen pada SEA Games Laos tahun 2009 lalu yang layak dijadikan contoh karena demikian menghormati tim tamu dan tidak bertindak memalukan seperti meminta-minta uang dengan kontingen yang dipandu.

"Saya menilai SEA Games Laos adalah SEA Games yang sukses dalam hal pengamanan dan segi tata krama. Padahal para pemandu itu tidak mendapat bayaran karena mereka adalah negara komunis, tapi mereka mampu bekerja maksimal seakan-akan dibayar," ucap dia.

"SEA Games adalah tanggung jawab kita semua meskipun yang bertindak sebagai panitia adalah KONI sesuai dengan keputusan badan dunia IOC. Kami berharap peran segala lapisan masyarakat dan termasuk kalangan mahasiswa," tutup dia.
(acf)

Indonesia Open Super Series 2010: Saina, Jatuh Cinta dengan Istora

Posted: 28 Jun 2010 06:12 AM PDT

Bertanding selama 3 minggu berturut-turut dalam 3 event yang berbeda tentu bukanlah hal yang mudah bagi seorang gadis berusia 20 tahun. Namun berkat kerja keras dan ketekunannya, anak asuh Gophicand Pullela dan Atik Jauhari ini mampu meraih prestasi maksimal dalam ketiga turnamen tersebut. Meski dalam kondisi yang cukup lelah, kerinduan Saina pada gempita Istora akhirnya kembali mengundangnya untuk datang ke Indonesia.

Satu jam sebelum pertandingan dimulai, Saina tampak keluar dari Hotel Sultan dengan atribut bulutangkisnya. Transportasi yang sudah dipersiapkan oleh panitia dari Hotel menuju Istora ternyata tidak mengurungkan niat Saina untuk berjalan kaki menuju Istora. Tak berhenti sampai disana, setiap orang yang menyapanya di sepanjang perjalanan di balas kembali oleh Saina dengan hangat dan teruntai senyuman. Tak salah ketika hendak memasuki gerbang pemain, beberapa penggemarnya langsung mengerubungi Saina akrab hanya untuk sekedar member semangat, meminta tanda tangan atau berfoto ria.

Beberapa rekan pers bahkan sempat terhenyak saat sang pelatih, Atik Jauhari menyatakan bahwa saat ini Saina sudah berada di ranking tiga dunia. Satu-satunya pemain tunggal putri non China yang mampu mendobrak dominasi pemain China yang menguasai peringkat 7 besar dunia. Tak mau pongah dengan tehnik yang dimilikinya Saina menganggap kompetisi di turnamen ini cukup berat meskipun tanpa kehadiran para pemain China.

Saina yang menantang jagoan negeri sakura, Sayaka Sato sempat mengontrol jalannya pertandingan di paruh awal set pertama dengan unggul 11-6. Beberapa serobotan Sayaka dan pengembalian bola Saina yang terlalu melebar membuat tunggal Jepang mampu menyamakan kedudukan di angka 11. Keadaan berimbang antara kedua pemain yang menyajikan agresivitas bola-bola cepat dan pertahanan yang memukau tersaji hingga kedudukan 17-17. Saina mencapai match point 20-18 terlebih dahulu dengan serangan bola-bola pendek dan kesalahan Sayaka di depan net. Meskipun Sayaka sempat menambah 1 angka dari pengembalian Saina yang terlalu lemah, kesalahan sendiri yang dilakuakn Sayaka di depan net akhirnya menutup set ini 21-19 untuk tunggal India.

Permainan Sayaka berubah drastis di set kedua. Tampil terus menekan dengan smash beruntun dan penempatan bola-bola sulitnya tidak mampu dikembalikan dengan baik oleh Saina. Beberapa 'unforced error' dari Saina juga memdahkan Sayaka untuk memaksakan rubber set, 21-13. Di set ketiga, kedua pemain sama-sama meingkatkan tempo permainan. Saina yang terampil dalam mengolah bola di depan net sempat membuat Sayaka kesulitan dan tanggung dalam mengembalikan bola sehingga dapat diselesaikan dengan baik oleh Saina. Kemampun netting Saina dan kesalahan beruntun yang dilakukan oleh Sato memudahkan Saina untuk unggul jauh 11-5, 15-9, dan 18-10. Meski sempat bermain ngotot di depan net, kurang akuratnya permainan Sayaka di poin kritis yang seringkali 'out' memastikan mahkota Saina untuk kedua kalinya di turnamen ini, 21-11.

"Di set kedua saya tidak mampu melakukan pergerakan dengan baik, pola permainan Sayaka juga berubah menjadi lebih agresif", jelas Saina perihal kekelahannya di set kedua. Saina juga mengungkap bahwa sebagai unggulan teratas dan juara bertahan dirinya mempunyai beban tersendiri dan Sayaka dianggapnya sebagai lawan terberat selama pertandingan di turnamen ini. "Permainannya (Sayaka, red) berkembang cukup pesat dari tahun yang lalu. Mulai dari pukulan silang, netting, drive dan tehnik-tehnik lainnya" cerita Saina.

Kelelahan yang dialaminya setelah menjuarai turnamen India Grand Prix Gold dan Singapore Open Super Series 2010 di dua pekan selanjutnya sempat membuat Saina berpikir tidak peduli dengan raihan hasil di turnamen ini. "Saya merasa cukup lelah setelah dua minggu bertanding dan saya tidak terlalu peduli dengan hasil di turnamen ini" kata Saina. "Saya sangat mencintai atmosfer pertandingan di Istora yang berbeda dengan pertandingan lainnya" lanjutnya kemudian. Selain dukungan dari publik Istora, beberapa orang dari komunitas India juga sengaja hadir dalam pertandingan Saina untuk memberi dukungan. "Mereka selalu ada di setiap pertandingan saya, tidak hanya di sini (Indonesia, red) tapi juga ketika saya bertanding di Singapura" imbuhnya.

Atik sendiri yang ikut hadir pada konferensi pers usai pertandingan megakui kelebihan dari seorang Saina. "Semangat juangnya tinggi dan pantang menyerah. Seperti halnya dalam latihan, porsi Saina bisa jauh lebih banyak dari standar yang seharusnya" tandas Atik. "Saya berusaha untuk memanfaatkan kelemahan Saina dan menggalinya sebagai suatu kelebihan, seperti dalam respon setelah menyerang dan pertahanan yang terlalu monoton", lanjut Atik.

Atik yang mempunyai untuk mengantar Saina menjadi kampiun di Kejuaraan Dunia mengaku siap untuk dipanggil PBSI apabila dirinya memang dibutuhkan oleh Indonesia. "Saya di kontrak oleh India sampai dengan tahun 2010, commonwealth games" ujar Atik yang memutuskan untuk tidak melanjutkan kontraknya ini. Perihal perkembangan sektor tunggal putri di Indonesia Atik mengaku optimis jika PBSI mampu melakukan evaluasi terhadap system yang ada. "Kita memiliki sumber daya pemain yang cukup banyak, namuan belum optimal" jelas Atik. "Selain dibutuhkan kerja keras, sistem yang ada di PBSI juga perlu dirombak. Misalnya dalam hal hal pengaturan jadwal aktivitas dan istirahat, 3 bulan berbanding dua minggu" paparnya kemudian.

Korea Puji Penggemar Bulutangkis Indonesia

Pertina Ngotot Kirim Atlet ke Asian Games �

Posted: 28 Jun 2010 05:14 AM PDT

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Seluruh Indonesia (PP Pertina) ngotot mengirimkan atlet tinjunya berlaga di Asian Games 2010 di Guangzhou, Cina, November mendatang. Keinginan ini dilatarbelakangi sejarah kejayaan cabang tinju meraih emas di Asian Games 1990 oleh Pino Bahari dan dua perak di Asian games 1998 di bangkok melalui Willem Papilaya dan Hermensen Ballo.

“Makanya kami ingin mengusulkan kirim atlet tinju berlaga di Asian Games nanti,” kata Pulo Pardede, Sekretaris Jenderal PP Pertina, Senin (28/6). Untuk menentukan petinju yang layak maju ke Guangzhou, PP Pertina telah melakukan seleksi sejak Januari lalu dan memilih 34 petinju amatir.

Mereka akan mengikuti seleksi di Gelora Bung Karno Senin dan Selasa ini untuk diambil 17 atlet, untuk kemudian diseleksi lagi menjadi tiga yang terbaik. “Kami proyeksikan tiga yang maju,” kata Pulo. Pulo berkeyakinan Indonesia bisa mendulang medali di Asian Games nanti dari cabang tinju. “Tapi bukan emas,” katanya. Apabila tolak ukurnya emas, lanjt Pulo terasa sulit.

Walaupun cabang tinju tidak termasuk dalam tujuh belas cabang yang diproyeksi KONI saat ini, tetapi PP Pertina tetap mempersiapkan atletnya. Pulo berencana akan meyakinkan KONI agar merestui niatnya.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa dipaparkan di hadapan Ketua Umum KONI,” kata Pulo yang juga menjadi Wasit Internasional AIBA (Federasi Tinju Internasional).

RINA WIDIASTUTI

Indonesia adu Kuat dengan Cina, Hongkong, dan Singapura

Posted: 28 Jun 2010 04:59 AM PDT

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim polo air Indonesia U 20 akan beradu dengan kekuatan tim negara Cina, Hongkong, dan Singapura, pada turnamen Betawi Cup Waterpolo International kelima yang akan  digelar di stadion renang Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 30 Juni-3 Juli mendatang.

Turnamen ini menjadi salah satu dari rangkaian perayaan Ulang Tahun DKI Jakarta ke-483. “Tim Cina sengaja kita undang agar kita bisa melihat peta kekuatan Cina, sekaligus belajar dari tim kuat tersebut,” kata Heru Purwanto, Ketua Pelaksana Turnamen sekaligus Wakil Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) DKI Jakarta.

Juara bertahan Thailand tidak bisa berlaga kali ini karena gejolak politik di dalam negerinya yang masih berkecambuk. Tim Malaysia yang awalnya sudah mendaftar juga batal karena masalah budget.

Heru mengatakan Indonesia akan dibagi menjadi empat tim, terdiri dari putra dan putri A dan B. Tim A diperkuat pemain pelatda DKI Jakarta, sedangkan tim B terdiri dari gabungan tim DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. “Ini sekaligus menjadi ajang seleksi untuk memilih pemain yang akan dikirim kejuaraan dunia 2011 nanti,” katanya.

Jovinius Carolus Legawa, Ketua Teknik PRSI DKI Jakarta bagian Polo Air menambahkan, pengurus sengaja membuat turnamen U 20 tujuannya membina atlet usia muda. Atlet inilah nanti yang akan dipersiapkan untuk SEA Games 2011. “Saya optimistis bisa mendapatkan emas SEA Games nanti seperti SEA Games 2009 kemarin,” kata mantan atlet polo air ini.

Jovin berharap adanya turnamen internasional ini, muncul atlet polo air Indonesia yang handal dan bisa bersaing dengan atlet luar negeri, seperti Maulana Bayu Herfianto yang kini berlaga di Liga Amerika Serikat devisi satu sekaligus mendapat bea siswa belajar di sana dan Muhammad Hadian Utoro berlaga di liga Jerman devisi dua sekaligus belajar di sana karena beasiswa.

Ajang turnamen ini, lanjut Jovin tidak memberikan hadiah berupa uang tunai. Tim yang berhasil keluar sebagai juara akan mendapatkan medali dan piagam.

RINA WIDIASTUTI

Game Online Indonesia : Seal Online : Online Game Indonesia

Posted: 28 Jun 2010 03:09 AM PDT

Seal Online Indonesia - Fantasy Internet Game ... SEAL ONLINE ©2010 YNK Interactive, Inc. All Rights Reserved. SEAL ONLINE is a trademark of YNK Korea Co. Ltd. ©2010 Lyto.Net.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet