tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Jumat, 25 Juni 2010 0 komentar

top games <b>Indonesia</b> Open Djarum Super Series 2010


<b>Indonesia</b> Open Djarum Super Series 2010

Posted: 25 Jun 2010 09:46 AM PDT

Indonesia Open an International Badminton championship held under the name PT Djarum Indonesia Open Super Series (DIOSS) 2010. Taufik Hidayat players are passed to the Semi Final round. Taufik Hidayat once again proved himself still the best in Indonesia. At the Djarum Indonesia Open semi-final he put Simon Santoso.

Indonesia Harus Menangi Laga Perdana

Posted: 25 Jun 2010 03:15 PM PDT

Sabtu, 26 Juni 2010 | 03:44 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Tim Indonesia harus menang atas Iran pada laga perdana Pul A Kejuaraan Voli Antarklub Putri se-Asia di GOR Tri Dharma, Gresik, Sabtu (26/5). Ini satu-satunya kesempatan tim ”Merah Putih” merebut kemenangan.

”“Kuncinya pertandingan pertama. Kalau menang, jalan selanjutnya mungkin bisa lebih mulus,” ujar Pelatih Tim Voli Putri Petrokimia Gresik Indonesia Victor Laiyan pada konferensi pers di Surabaya, Jumat (25/6).

Kejuaraan Voli Antarklub Putri se-Asia diikuti 10 negara. Indonesia berada di Pul A bersama dengan Jepang, Iran, Taiwan, dan Korea Utara. Di atas kertas, Indonesia dikhawatirkan bakal keteteran menghadapi perlawanan Iran. Pasukan Iran diperkuat dua pemain asing asal Lituania dan Brasil. Selain itu, Indonesia harus kehilangan Berlian Marsheilla yang terkena demam berdarah.

Tak heran, Victor tidak berambisi muluk-muluk dalam ajang ini. ”Buat saya yang penting anak-anak tambah jam terbang dan mental tanding jelang SEA Games 2011. Kalau soal target, saya tidak berani ngomong,” ungkapnya.

Posisi Indonesia di Asia memang masih jauh dari harapan. Dalam Kejuaraan Voli Antarklub Putri se-Asia di Vietnam tahun 2008, Indonesia menduduki peringkat ke-13 dari 14 peserta dengan hanya dua kemenangan.

Prestasi Iran di satu sisi tidak begitu mengilap. Ajang ini merupakan kompetisi tingkat internasional kedua yang mereka lakoni selama ini. ”Setelah revolusi Iran, banyak hal berubah. Hampir 30 tahun tim kami tidak boleh bermain di luar negeri. Jadi, kami hanya bermain di kompetisi dalam negeri,” ujar Pelatih Tim Zobahan Iran Molouk Sharif Zadeh lewat penerjemahnya, dokter Ferial Fanian.

Untuk itu, kehadiran Iran dalam ajang ini menjadi momentum untuk memperbaiki prestasi mereka. Sebelum datang ke Indonesia, kata Zobahan, Iran memenangi liga voli antarklub di negaranya. Adapun para pemain akan menggunakan kostum dan hijab yang memang didesain untuk bermain voli. (SIN)

 

Kai-Lan's Great Trip to China (UB FULL) - Mac Club <b>Indonesia</b> <b>...</b>

Posted: 25 Jun 2010 04:14 AM PDT

Release Date : 23.06.2010.

Join Kai-Lan and her friends as they meet the baby Panda in Kai-Lan's Great Trip to China for Mac, a fun excursion made especially for kids.
Ni Hao, Kai-Lan has been invited to visit China and participate in a super celebration to name a baby Panda. Along with her friends Rintoo the Tiger, Tolee the Koala Bear, and Hoho the Monkey, she will make the long trip to meet her great aunt and prepare for the party with a spectacular group of mini-games.
Find hidden pandas in the panda village, chop onions and crack eggs in Kai-Lan's great-aunt's kitchen, decorate a giant paper dragon, or shoot colorful fireworks into the sky. Each fun activity will delight young gamers with images to print out, real recipes to use, and many more surprises. Hurry up however, because the party to name the baby panda happens before sundown, so remember to visit the store and choose the perfect gift!

Click the image to open in full size. Click the image to open in full size. Click the image to open in full size.

Travel with Kai-Lan and her friends to China.
Prepare for the party with a spectacular group of mini-games.
Find hidden pandas, decorate a dragon, and shoot fireworks into the sky.
Win and print out images or real recipes to use.

System Requirements
Mac OS X 10.4 or better

More info :

Dream Chronicles:The Book of Air Coll. Ed. (INTEL FULL) - Mac Club <b>...</b>

Posted: 25 Jun 2010 02:28 AM PDT

Release Date : 25.06.2010

Help Lyra, Faye's daughter, find the unique Clockmaker and escape from a strange dimension in Dream Chronicles: The Book of Air!
This is a special Collector's Edition early release. The game is scheduled to be released in 2-3 weeks so, the Collector's Edition is for those who can't wait to dive back into Dream Chronicles. As a bonus, Collector's Edition purchases counts toward three stamps on your Monthly Game Club Punch Card!

Click the image to open in full size.

Click the image to open in full size.

Click the image to open in full size.

Experience all the exclusive Collector's Edition extras!
The Collector's Edition includes:
Bonus locations and gameplay
Magnificent soundtrack
Built-in Strategy Guide
A sneak peek of the next game

System Requirements:
OS: 10.5
CPU: 800 Mhz
RAM: 256 MB
Hard Drive: 156 MB

More info :

PSSI Macan Bergigi Asia 70an(1), Sebuah Catatan, Mek Sony

Posted: 25 Jun 2010 02:12 AM PDT

Nama2 seperti Ramang, Aliandu,Sucipto suntoro, adalah nama2 yang pernah mengharumkan nama Indonesia dalam persepakbolaan Asia. Disamping satu lagi prestasi luar biasa yang cukup mengangkat nama indonesia dalam kancah persepak bolaan dunia (kalau kita SUKA/mau mengklaim prestasi Hindia Belanda, dengan pemain2 Londonya, ketika mereka menahan laju calon juara Rusia pada olympiade Melbourn ). Namun era2 tadi diatas tidak ada dalam catatan visual yang ada diotak saya.

Catatan tulisan yang akan saya tulis didalam tulisan ini adalah murni berdasarkan ingatan seorang anak 12th(1970) yang rajin melompati pagar pintu masuk istora senayan Jakarta yang menjelang akhir 70an tidak lagi suka menjadi penonton sepakbola, karena merasa kecewa dengan kemunduran-kemunduran prestasi persepakbolaan ditanah air yang terus menerus sampai sekarang. Dimana menurutnya hal ini disebabkan karena adanya kebijakan/sistem yang salah dari penguasa2 sepakbola pada waktu itu, membuat budaya,wajah/gaya persepakbolaan ditanah air banyak mengalami perubahan2 yang tidak/belum cocok dengan keadaan kita pada waktu itu. Bagaikan penyakit cacar yang dampaknya menimbulkan wajah bopeng pada wajah persepakbolaan Indonesia sekarang.

tulisan ini dimaksudkan hanya untuk sekedar dongeng pengantar nonton kepertandingan2 kejuaraan dunia2010 didepan televisi berwarnah anda (adm.moso’ dibelakang tv berwarnah) kemungkinan banyak terjadi kesalahan pada nama klub, tempat, tapi yang jelas bukan pada intinya. Dan lebih jelas lagi enggak dibohongi.

Dongeng untuk meninabobokan para pecandu sepakbola dimulai ketika awal70an maestro pssi Sucipto suntoro bermain buruk pada kejuaraan Asian games Bangkok.Yang diikuti pula tidak ikutnya beliau pada pertandingan2 pssi berikutnya ditanah air setelah pulang dari keok diBangkok. Sucipto hijrah kesalah satu klub diHongkong/Bangkok, yang selanjutnya sang Pesohor PERSIJA ini tidak terdengar lagi khabar ceritanya.

Pssi adalah MACAN Asia yang kuku dan gigi2nya terdiri dari a.l; 1. Yudo hadianto, 2.Yuswardi, 3.Sunarto, 4.Ronnypattinasaranny, 5.Anwar ujang, 6.Zulham, 7.Iswadi idris, 8.Waskito, 9.Yacob sihasaleh, 10.Reny salaki, 11.Abdul kadir. Jelek2 bukan namanya ?! Apalah artinya sebuah nama..yang penting prestasinya! Cadangan2 terdiri dari; Rony paslah, Andi lala, Risdianto, dan beberapa lainnya.

Dongeng untuk menina bobokan para pecandu dan suporter tim nasional pssi ini, akan berisi dengan materi2 klub2 dunia yang berlagak disenayan dan yang sebagaian dipecundangi pssi a.l; Dinamo moskow, dinamo Tiblisi, Crystal palace dengan 6 pemain MU, Jupiter Brazil, Benfica Portugal, Santos USA, Ayax Amsterdam. Tim piala dunia Hongaria ( punya peluang juara dunia) juga dikalahkan pssi, tim nasional Jepang dipermainkan anak2 papua ( belum dapat kehormaran menghadapi pssi) dll.

Agenda2 kejuaraan segitia bulanan pssi dengan klub2 besar dunia, kalender pssi+pemerintah Dki Jakarta, dengan ” Jakarta Annyversary football tournament” setiap tahun. Dan banyak lagi peristitwa2 sepakbola spectaculer yang terjadi sekitar persepakbolaan era 70an. Namun tulisan ini sampai disini dulu, dan akan dilanjutkan bila ada permintaan atau tanggapan. …lanjutkan jangan ya…!


Meniti Tangga Asian Games

Posted: 24 Jun 2010 03:12 PM PDT

Jumat, 25 Juni 2010 | 03:16 WIB

Oleh MUKHAMAD KURNIAWAN

Perolehan medali tim karate Indonesia di kejuaraan internasional Korea Terbuka di Busan, Korea Selatan, 18-20 Juni, boleh jadi melebihi target. Namun, tim yang dipersiapkan untuk Asian Games itu masih harus meniti tangga untuk menjadi yang terbaik di Asia.

Turun di 10 nomor pada kejuaraan karate Korea Terbuka, karateka Indonesia meraih 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu, lebih dari yang ditargetkan, satu emas. Dua emas diperoleh di nomor kumite (pertarungan) perseorangan putri -68 kg oleh Yolanda Asmuruf dan putra -67 kg oleh Jintar Simanjuntak.

Tiga perak didapat dari nomor -60 kg putra (Donny Dharmawan), -61 kg putri (Tantri Widya Sari), dan kumite beregu putri (Yolanda, Tantri, dan Telly Melinda). Sementara dua perunggu dari nomor kata perorangan putri (Dewi Yulianti) dan kelas bebas putri (Yolanda Asmuruf).

Kecuali di kelas bebas putri, enam nomor yang meraih medali di Korea Terbuka adalah sebagian dari delapan nomor yang dibidik Indonesia dalam kejuaraan multicabang Asian Games di China November 2010. Dua nomor lain yang dibidik adalah kumite putra +84 kg dan kata perorangan putra. Faizal Zaenudin yang dipersiapkan untuk kata putra gagal di Korea Terbuka. Sementara Umar Syarief (+84 kg) tidak berangkat karena masih dalam proses pemulihan dari cedera.

Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) Djafar Djantang, raihan Indonesia di Korea Terbuka terbilang baik. Karateka menunjukkan peningkatan berarti ketimbang saat pertama bergabung ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games Februari lalu.

Akan tetapi, atlet harus lebih matang untuk tampil di Asian Games. Mereka juga perlu mewaspadai sebagian karateka dari negara pesaing yang tidak tampil di Korea Terbuka seperti Iran, Vietnam, dan Malaysia.

”Dari segi teknik, kecepatan, dan kekuatan, atlet-atlet kita mampu bersaing atau lebih unggul dari lawan. Namun, mental dan naluri bertanding perlu terus diasah agar lebih matang,” tambah Djafar.

Kondisi itu tecermin dari kegagalan Donny dan Tantri di final. Keduanya tampil kurang lepas di bawah tekanan penonton yang mendukung karateka tuan rumah. Donny kalah 1-2 dari Lee Ji-hwan dan Tantri kalah 4-8 dari Choi Cho-long.

Selain Jintar dan Telly, karateka Indonesia lain di nomor kumite tampil kurang stabil. Yolanda, misalnya, mampu bermain apik dan menjuarai nomor -68 kg pada hari pertama. Namun, dalam keikutsertaannya di kelas bebas, dia beberapa kali ”kecolongan” pukulan dan tendangan lawan. Beberapa kali mampu menekuk lawan dengan skor telak di penyisihan dan babak kedua, dia justru dikalahkan karateka tuan rumah, Jung So-young, 0-6, di partai semifinal kelas bebas.

Stabil

Penampilan yang relatif stabil ditunjukkan Telly yang turun di nomor -50 kg dan kumite beregu putri. Di nomor beregu, dia bahkan menyumbang angka kemenangan bagi Indonesia atas Hongkong di penyisihan (menang angka 13-10) dan Vietnam pada babak kedua (8-6).

Sementara Jintar meraih angka telak pada lima laga di nomor -67 kg putra sebelum akhirnya meraih emas. Setelah mengalahkan Kim Won-seok (Korea Selatan) 8-0 di penyisihan, dia memukul Yuen Siu Lun (Hongkong) 3-0 di babak kedua, Lee Chung Ho (Hongkong) 5-0, Kim Do-wan (Korea Selatan) 3-2, dan Roland Lagman Jr (Filipina) 4-1 di partai final.

Terlepas dari faktor wasit yang dinilai kurang obyektif, jadwal pertandingan yang berubah- ubah, dan faktor nonteknis lain, Indonesia perlu mewaspadai beberapa karateka Korea Selatan dan Hongkong.

Menurut Djafar, sejak dilatih oleh beberapa pelatih dari Iran, perkembangan karate kedua negara dinilai pesat. Di kelas berat (di atas 67 kg), Korea Selatan dan Hongkong bahkan mampu bersaing dengan Iran, sebagai salah satu negara dengan prestasi lima besar Asia selain Jepang, China, dan Vietnam.

Jalan menuju Asian Games masih terbentang empat bulan. Tim Indonesia masih memiliki waktu untuk mematangkan diri. Menurut Ketua Umum PB Forki Hendardji Soepandji, meski tampil baik di Korea Terbuka, para atlet tak boleh berpuas diri. Mereka harus menempa diri melalui latihan, uji coba, dan meniti tangga menuju performa terbaik. ”Ibaratnya, dari sepuluh tangga yang harus dilalui, sekarang baru tercapai 3-5 tangga,” ujarnya.

DJARUM <b>INDONESIA</b> Day 3 - Winning streaks by unseeded players

Posted: 24 Jun 2010 07:42 AM PDT

DJARUM INDONESIA Day 3 - Winning streaks by unseeded players PDF Print E-mail
Thursday, 24 June 2010 19:42

ina2010-kidoIf most of the seeded players cruised through the first round of Djarum Indoneisa Open Super Series 2010, the second round saw different fates for many favourites in the tournament as they failed their tests to march to the quarter-finals. Among the fallen seeds were Markis Kido (photo) / Hendra Setiawan and Koreans Shin Baek Cheol / Lee Hyo Jung.

By: Serla Rusli and Ira Ratnati, reporting 'live' from Stadium Istora Senayan, Jakarta. Photos: Badmintonphoto (live)

Fang Chieh Min / Lee Sheng Mu look set to become permanent nemeses of Markis Kido / Hendra Setiawan. After dumping the world #2 Indonesians last week in Singapore, the Chinese Taipei duo re-enacted their victory in Round 2 of Djarum Indonesia Open Super Series 2010. Albeit showing a more visible sign of fight against Fang/Lee this time round, Kido/Setiawan had to surrender their quarter-final spot in 27-25, 16-21, 10-21.

Fang/Lee definitely proved their worth when they became the champions at Singapore Open Super Series last week. En route to their crown, they also defeated Boe/Mogensen (DEN) and Gunawan/Bach (USA). This week in Jakarta, they showed the world that their victory not simply out of sheer luck.

"Our opponents were simply playing really fast. Even when we tried to slow the game down, they still maintained their speed," admitted Kido on their inability to match the Taiwan pair's pace.

"Men's doubles is becoming more and more competitive now," reasoned Hendra on having been shown out of the competitions twice in a row by the same unseeded pair.

As Fang/Lee triumphed over the host country's favourites, they are set to play against Tony Gunawan / Howard Bach (USA) in a rematch of Singapore Open Super Series final of last Sunday.

Indonesians 'mixed' it up for seeded players

Markis Kido may have to go home empty handed but Hendra Setiawan's journey in Indonesia Open still continues as he and her Russian partner Anastasia Russkikh upset fourth seeded Songphon Anugritayawon / Kunchala Voravichitchaiku in a fast-paced 19-21, 21-14, 21-19 match.

ina2010-rijalsusantoThe Thai pair was only one in the long list of seeded players that faltered under the pressure of their lower-ranked opponents. Shin Baek Cheol / Lee Hyo Jung, seeded fifth, failed to advance to the quarter-finals as they were stopped by host country's Fran Kurniawan Teng / Pia Zebadiah Bernadet in 21-10, 19-21, 16-21.

Taking on the baton from their compatriots, Muhammad Rijal / Debby Susanto (photo) was next to create an upset against sixth seeded Nathan Robertson / Jenny Wallwork. It was a surprisingly easy win for the pair ranked 44th in the world as the English pair seemed to simply give up the match in 21-12, 21-13.

"We are playing in our home, so I was ready to fight hard for all my matches. We have been practising hard for this tournament, so I'm optimistic about my performance in this Super Series," commented Rijal.

The Indonesians seemed to be controlling both games right from the start. "We could read their tactics. We tried our best to prevent them from pressuring us, so I kept Nathan busy running all the time," shared Rijal about their strategy during the match.

"This is our Super Series. This is our home. That's what gives us our motivation to do our best," stated Debby.

The local atmosphere seemed to be giving additional boost for the Indonesians. Muhammad Ahsan / Bona Septano beat Malaysia's Tan Bin Shen / Gan Teik Chai 21-18, 21-14. They were followed shortly after by Choong Tan Fook / Lee Wan Wah, who were sunk not by Indonesians, but by Koreans Cho Gun Woo / Kwon Yi Goo in 21-13, 21-10, echoing the fate of Kido/Setiawan in losing to the same upstart pair as last week.

ina2010-vitasaraleeMeanwhile, women's doubles  was also afflicted by the home team's will to succeed as Singapore Open semi-finalists Meiliana Jauhari / Greysia Polii shunned third seeds Petya Nedelcheva / Anastasia Russkikh in 13-21, 21-13, 21-13. Indonesian-Thai combination of Vita Marissa / Saralee Thoungthongkam (photo) thwarted second seed Japanese Mizuki Fuji / Reika Kakiiwa in undoubtedly one of the most exciting matches of the tournament so far.  Vita/Saralee had to fight hard throughout the 61-minute match before finally clinching it at 28-30, 21-13, 21-17.

Despite the exits of many of the tournament favourites, the quarter-final clashes of Indonesia Open Super Series are nothing short of exciting. While Lee Chong Wei will take on Japanese All-England wonderkid Kenichi Tago, Singapore Open winner Sony Dwi Kuncoro will face Malaysian Wong Choong Hann. Nova Widianto / Lilyana Natsir will have to take on Thailand's Sudket Prapakamol / Saralee Thoungthongkam.

All results
HERE

Come and check out our LIVE GALLERY from the Djarum Indonesia Open: CLICK HERE

Villa Casa Mateo Bali <b>Indonesia</b>

Posted: 24 Jun 2010 05:30 AM PDT

KUALA LUMPUR, June 22 (Bernama) -- Terengganu canoeing athlete Siti Rajiah Ali, who won seven gold medals at the Malaysian Games (Sukma) in Melaka last week, is determined to represent the country in the SEA Games in Bali, Indonesia, ...

PrimagamaPlus.com Portal Edukasi Pertama di Indonesia

Posted: 24 Jun 2010 05:04 AM PDT

     Jakarta, 24/6 (ANTARA) - Untuk pertama kalinya situs layanan pendidikan yang dikelola secara profesional diperkenalkan di Indonesia. Website pendidikan yang beralamat di www.primagamaplus.com ini dikembangkan oleh lembaga pendidikan Primagama bekerja sama dengan Microsoft Indonesia. PrimagamaPlus.com menyediakan berbagai fasilitas yang bisa membantu para siswa dalam proses belajar.

     "Ini adalah program edukasi yang dilakukan oleh Microsoft bekerjasama dengan Primagama sebagai salah satu lembaga pendidikan yang telah berpengalaman dan tetap konsisten dalam menjaga kualitas layanan akademik. Dalam program kerjasama ini, Microsoft akan menyediakan seluruh sistem dan aplikasi sedangkan Primagama bertanggung jawab dalam penyediaan konten." kata Risman Adnan, Microsoft Developer & Platform Group Lead.

    
Ide awal pembuatan situs ini berasal dari Tim Microsoft Developer & Platform Group yang kemudian dibangun bersama dengan tim dari Microsoft Innovation Center Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Teknologi yang digunakan secara keseluruhan pada Primagamaplus.com adalah Microsoft Web Technology seperti Silverlight 4.0, ASP.NET 4.0, Windows Server 2008 dan SQL Server 2008 R2.

     "Peran Microsoft sangat besar dalam keberhasilan peluncuran situs ini, terutama dukungannya dalam penyediaan serta pengembangan sistem dan aplikasi." Demikian diungkapkan Hari Nuryanto selaku CEO PrimagamaPlus.

     Primagamaplus.com menyediakan layanan untuk membantu pelajar Indonesia dari jenjang kelas 3 SD sampai dengan 12 SMA/SMK agar dapat belajar lebih efektif dan menyenangkan. Dengan materi-materi pelajaran dalam bentuk teks dan video, maka para siswa dapat lebih memahami materi pembelajaran dengan melihat visualisasi berupa video tutorial dari instruktur sesuai materi pelajaran yang diinginkan.

     Penggunaan video dalam pembelajaran terbukti ampuh dalam membantu para siswa untuk memahami materi-materi pelajaran yang sebelumnya dianggap sulit. Selama ini Primagama telah membuktikannya dengan video versi offline. Dengan video, materi pelajaran dapat dikombinasikan dengan beberapa visualisasi multimedia secara bersamaan sehingga dapat dipahami oleh siswa dengan mudah.

     "Salah satu keunggulan metode belajar melalui video adalah, para siswa dapat mengulang-ulang materi pelajaran tersebut sesuka hati, sampai benar-benar paham. Dalam primagamaplus.com ini, materi video dapat dilihat secara online via internet, sehingga penyebaran dan cakupan wilayahnya dapat lebih luas." ungkap Hari.

     Bila dalam video tutorial ada materi-materi yang belum dipahami, maka para siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan pada instruktur melalui video conference maupun instant messaging. Melalui website ini, kegiatan belajar para siswa tidak dibatasi oleh tempat dan waktu, serta dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, selama memiliki akses internet.

     Selain video untuk belajar online, website ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur menarik. Di antaranya soal-soal latihan uji coba ujian atau try out. "Try out" online memfasilitasi siswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA untuk bisa belajar di rumah tanpa dipungut biaya alias gratis. Try out yang diberikan tak sebatas ujian nasional saja. Tersedia pula try out untuk SNMPTN, UM-UGM, SIMAK UI. Hasil dari ujian uji coba tersebut bisa langsung diketahui secara real-time dan bisa langsung dibandingkan hasilnya dengan peserta try out dari wilayah kabupatan/kota, propinsi lain, dan nasional. Sistem online ini juga dapat memetakan siswa di daerah mana yang paling siap dan daerah mana masih kesulitan menghadapi Ujian.

     Bagi siswa yang masih merasa kesulitan, tersedia pembahasan soal, konsultasi belajar dan masalah seputar pelajaran. Yang tak kalah menarik adalah bahwa website ini terintegrasi dengan layanan social networking, seperti Twitter dan Facebook, sehingga para siswa pun dapat bersosialisasi dengan teman-teman lainnya yang berasal dari mana saja.

     Setelah jenuh belajar, para siswa dapat meluangkan waktu sejenak untuk bermain game yang mendidik di menu Games PrimagamaPlus.com. Game yang tersedia adalah hasil karya anak negeri dan sangat kental nuansa Indonesianya. Untuk bermain game, siswa juga tidak perlu mengunduh atau menginstal aplikasi khusus. Game bisa langsung dimainkan lewat browser karena sudah terintegrasi dengan Facebook.

     Hari Nuryanto menjelaskan bahwa ke depannya, akan tersedia pula fitur yang memungkinkan siswa untuk mengakses situs melalui ponsel serta terbentuknya komunitas pengguna PrimagamaPlus.com sebagai media agar siswa dapat saling berdiskusi masalah pelajaran dengan teman-teman lainnya dari seluruh Indonesia. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan tersedia fasilitas konsultasi online tentang masalah kesulitan pelajaran maupun konsultasi psikologi bagi para siswa via webcam.

     Bagi yang tertarik untuk bergabung, Anda dapat melakukan registrasi dengan mengunjungi situs www.primagamaplus.com dan menghubungi kantor cabang Primagama terdekat. Saat ini telah ada 800 kantor cabang Primagama yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Game Online Indonesia : Seal Online : Online Game Indonesia

Posted: 24 Jun 2010 02:09 AM PDT

Seal Online Indonesia - Fantasy Internet Game ... SEAL ONLINE ©2010 YNK Interactive, Inc. All Rights Reserved. SEAL ONLINE is a trademark of YNK Korea Co. Ltd. ©2010 Lyto.Net.

DJARUM <b>INDONESIA</b> OPEN Day 2 - Smooth, as Expected

Posted: 23 Jun 2010 10:00 AM PDT

Most seeded players did their duty successfully in the 2010 Djarum Indonesia Open Super Series.  Lee Chong Wei, Saina Nehwal and Nova Widianto / Lilyana Natsir advance to the second round, while Taufik had to struggle again.

By Vini Damayanti, live from Jakarta. Photos: Y. Lacroix for Badmintonphoto (live)
Indonesia's glory in women's singles

In the morning, Istora fans were already given an interesting match of Saina Nehwal and Sung Ji Hyun. The former is a defending champion of last year Djarum Indonesia Open Super Series, while the latter is a rising star from Korea. As expected, Saina won over the junior, even if the score was tight.  In the first game, she beat Sung in 22-20, but in game 2, she succumbed 17-21. Not wanting to make an early exit, Sania kept on fighting and sent Sung home to take the match 21-14 in the decider.

"This is my third tournament in row, I felt my legs were so heavy, but it was better after  I got a massage. Sung is a good player.  She has sharp dropshots. Without Chinese players, I expect to meet an Indonesian in the final.  Most of them also have sharp strokes, and I have to anticipate it.  We'll see if I can defend my title," said the 20-year-old Indian.   

Indonesia smiles today.  Their number one player, Maria Febe Kusumastuti (pictured top) also made it to the second round by beating Charmaine Reid in straight games, 21-19, 21-5. Tomorrow she will play against Russian Ella Diehl who tamed  Yu Hirayama 12-21, 21-16, 21-18.

"Last time I met her in Swiss Open and lost in rubber game.  I'll do my best to reach my target, advancing to the quarter-finals," said Febe.

Following her compatriot's triumph, Rosaria Yusfin Pungkasari defeated Tai Tzu Ying, the runner up of Li-Ning Singapore Open Super Series last week. "I'm so happy could pass the qualification and advance to second round. I'm ready to meet Maria Kristin. We know each other's playing style.  If I want to win, I just have to play really hard."

INA-LCWChong Wei passes the first obstacle

After their tussle in the Li-Ning Singapore Open, Hayom Rumbaka and Lee Chong Wei (photo) met once again, but one round earlier.  This time, Lee Chong Wei didn't give any chance to Hayom to develop his game. He won easily 21-10, 21-14 even though he suffered left knee injury relapse.

"I have had this injury since the Thomas Cup. After the game, I already got the massage anyway. I'm optimistic to defend the title.  I play with no burden, just try to enjoy every round," Lee smiled.

About his loss, Hayom commented briefly, "He's got more power than me. Moreover, I played impatiently and made unforced errors."

Fortunately, Hayom's compatriots like Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat and Simon Santoso kept the hope of Indonesian spectators by winning their first round matches. The only upset of men's singles today was created by Shon Wan Ho, who defeated fourth-seeded, Boonsak Ponsana, 21-18, 21-7.

INA-TaufikTaufik (photo), however, was once again taken to three games - like twice before in the Thomas Cup, by the Singapore Open semi-finalist, Kashyap from India.

No siblings battle

When Markis Kido entered the court with Lita Nurlita, it was to enthusiastic cheers from the crowds in Istora. Undoubtedly, they expected the local hero and heroine would sent home the Koreans Shin Baek Cheol / Lee Hyo Jung. Unfortunately, it didn't happen. Although Kido often gave sharp smashes, Shin/Lee finally won 21-18, 21-16.

"They are better and more experienced than us. Playing mixed doubles is new for me. That's why I need to practice more and cope with the situation," said Kido.

With their loss, it meant there would be no battle between siblings Kido and Pia tomorrow. Instead of Kido/Lita, Shin/Lee are the ones who will face Frans Kurniawan Teng / Pia Zebadiah Bernadet. The Indonesians reached the second round after beating Hirokatsu Hashimoto / Mizuki Fuji, 21-19, 21-17.

Asked about their chances tomorrow, Pia gave her comment: "I had adapted to the wind and court today. I think Frans and I can play the game well tomorrow. There is no difference if Lee Hyo Jung plays with Lee Yong Dae or Shin Baek Cheol, both of the guys are handsome," she laughed. "I'm kidding, what I try to say is, whoever it is, we just want to gain point by point and win."

Indonesia also had the chance to win the mixed doubles title through first seed Nova Widianto / Lilyana Natsir, who stopped short the campaign of Noriyasu Hirata / Miyuki Maeda dream, 21-11, 21-10.  Both Japanese players advanced in doubles, however.  Maeda is the top seed and Hirata, while seeded sixth with Hirokatsu Hashimoto, had to work hard to see off Swiss Open champions Ko/Yoo 21-19, 23-21.

All results HERE


Come and check out our
LIVE GALLERY from the Djarum Indonesia Open: CLICK HERE






PB ISSI Siapkan 62 Atlet Balap Sepeda

Posted: 23 Jun 2010 03:13 PM PDT

Kamis, 24 Juni 2010 | 04:41 WIB

Jakarta, Kompas - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia merekrut 62 pebalap sepeda dari seluruh Indonesia untuk memperkuat tim balap sepeda Indonesia di SEA Games 2011. Ke-62 pebalap sepeda itu akan berlomba di 28 nomor lomba dari empat kelompok perlombaan balap sepeda di SEA Games 2011.

Wakil Ketua Umum PB ISSI Sofian Ruzian, Rabu (23/6), mengatakan, ke-28 nomor balap sepeda yang akan dilombakan di SEA Games 2011 tersebut antara lain adalah nomor cross putra/putri di kelompok BMX.

Kemudian di kelompok track dilombakan nomor 200 meter sprint putra/putri, nomor team sprint putra/putri, 500 meter individual time trial (ITT) putri, 1.000 meter ITT putra, 3.000 meter individual pursuit (IP) putri, 4.000 IP putra, point race putra/putri, scratch putra/putri, omnium putra/putri, keirin race putra/putri, dan team pursuit putra/putri.

Di kelompok road race dilombakan nomor 25 kilometer ITT putri, 80 kilometer individual road race (IRR) putri, 50 kilometer ITT putra, dan 160 kilometer IRR putra. Di kelompok mountain bike (MTB) dilombakan nomor cross country putra/putri dan down hill putra/putri.

Sofian mengatakan, ke-62 pebalap sepeda itu merupakan pebalap sepeda berprestasi. Sampai saat ini sebagian besar masih berlatih di daerah masing-masing; 15 orang mengikuti pembentukan karakter bagian dari Program Indonesia Emas di Batujajar, Bandung, Jawa Barat; dan 7 pebalap masih terkonsentrasi mempersiapkan diri untuk Asian Games 2010.

Sesuai dengan nomor-nomor yang akan dilombakan, PB ISSI masih menunggu surat keputusan (SK) Prima mengenai atlet peserta SEA Games 2011 itu. ”Begitu SK terbit, kita bisa segera mengarahkan setiap atlet untuk berlatih sesuai kebutuhan perlombaan,” ujar Sofian.

PB ISSI juga sudah mengatur latihan bersama sesuai dengan nomor lomba. Kemungkinan latihan bersama akan dilakukan setelah penyelenggaraan pekan olahraga provinsi yang akan berlangsung pada minggu pertama Juli 2010. ”Untuk itu kami sudah berkoordinasi dengan pengurus cabang provinsi,” ujarnya. (HLN)

Indonesia Macan Asia 70an..(1) ;sebuah cttn,Mek.Sony

Posted: 23 Jun 2010 02:56 PM PDT

Nama-nama seperti Ramang,Aliandu,Sucipto,dkk pada zamannya,adalah nama2 orang yang telah berjasa mengharumkan nama Indonesia dalam persepakbolaan di Asia. Selain itu ada juga kalau kita suka atau mau mengklaim prestasi besar ketika kita berhasil menahan laju bakal sang juara Rusia diperempat final pada olympiade Melbourn.

Equestrian SEA Games 2011 Digelar di Depok

Posted: 23 Jun 2010 09:50 AM PDT

Saat SEA Games nanti, harus ada setidaknya empat negara yang ikut berpartisipasi.

Rp 3 Triliun untuk Gelar SEA Games 2010

Posted: 23 Jun 2010 01:54 AM PDT

Jakarta - Pemerintah akan menggelontorkan dana Rp 3 triliun untuk persiapan Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan SEA Games 2011.

Wakil Menteri PPN/Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, sampai saat ini dana yang telah ditentukan untuk pelaksanaan SEA Games 2011 mencapai Rp 1,1 triliun. Namun, angka tersebut masih bergerak karena banyaknya usulan untuk pogram internasional itu. Pergerakan jumlahnya sekitar Rp 3 triliun.

"Sampai 2011 yang ada Rp 1,1 triliun tetapi usulan kurang Rp 2 triliun lagi. Jadi sekitar Rp 3 triliun," ungkapnya saat jumpa pers di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (23/6/2010).

Lukita menjelaskan anggaran tersebut guna menyiapkan atlet andalan baik di Jakarta maupun di luar Jakarta serta mempersiapkan sarana dan prasarana berstandar internasional untuk perhelatan 2 tahun sekali ini.

"Dana yang ada memang paling besar adalah untuk sarana prasarana dan menyiapkan atlet andalan," ujarnya.

Lukita menyatakan untuk anggaran seluruh program pemerintah termasuk untuk SEA Games ini akan dibahas dengan DPR RI pada Oktober mendatang.

"Masih dibahas bulan Oktober nanti," ujarnya.

Walaupun budget yang dibutuhkan untuk persiapan pelaksanaan SEA Games ini terbilang cukup besar, rupanya pemerintah hanya menargetkan Indonesia dapat meraih posisi 3.

"SEA Games disampaikan dalam tahun terakhir posisi Indonesia tidak seperti yang diinginkan. Sebagai tuan rumah tentu harus lebih baik dari sebelumnya. Target Indonesia papan atas peringkat 3, jadi paling rendah tingkat 3. Syukur-syukur peringkat pertama," harap Lukita
( qom / a2s )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Pemanasan untuk SEA Games 2011

Posted: 22 Jun 2010 03:13 PM PDT

Rabu, 23 Juni 2010 | 03:47 WIB

Gresik, Kompas - Pelatih tim voli putri Indonesia untuk Kejuaraan Voli Putri se-Asia, 26 Juni-4 Juli di Gresik, Jawa Timur, Victor Laiyan, menyatakan Kejuaraan Asia sebagai pemanasan SEA Games 2011 yang akan berlangsung di Indonesia. Tidak ada target khusus bagi tim Indonesia pada kejuaraan yang diikuti peserta dari 12 negara itu. Sebanyak 12 pemain tim Indonesia akan mulai berlatih pada Rabu (23/6) di Gresik.

”Kami tidak akan berbicara soal target di kejuaraan ini. Semua lawan sama kuat. Yang pasti, ajang ini akan kami pakai untuk pembelajaran pemain Indonesia agar bisa tampil bagus pada SEA Games 2011 ketika Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah,” kata Victor, Selasa (21/6) di Gresik.

Waktu 3 hari

Menurut Victor, pemain Indonesia praktis hanya memiliki waktu tiga hari sebelum kejuaraan itu dimulai. Sebagian besar fisik pemain terkuras setelah berlaga di Kejuaraan Nasional Voli Piala Kapolri yang berakhir Minggu (20/6) di Jakarta. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk pembentukan kerja sama tim dan pemulihan kondisi fisik pemain.

Mengenai kemampuan teknis, Victor telah mempercayakan kepada setiap pemain karena kemampuan mereka sudah terasah pada Piala Kapolri kemarin. Ia pun percaya mental bertanding pemainnya masih terjaga, selain mereka pernah membela Indonesia di SEA Games 2009 di Laos. Beberapa hal yang perlu diperbaiki adalah komunikasi antarpemain di lapangan pertandingan.

Tim Indonesia bergabung di Grup A bersama Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Iran. Sementara itu, di Grup B ada China, Thailand, Korea Utara, Kazakhstan, dan Vietnam. Pemenang kejuaraan ini akan mewakili Asia pada Kejuaraan Dunia Voli Wanita yang akan dihelat pada Desember 2010 di Qatar.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi pada Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) Heyzer Harsono mengaku jika peluang Indonesia cukup berat di kejuaraan ini. Selain ada China di Grup B, Indonesia akan menghadapi tantangan berat di Grup A dari Jepang.

”Peluang Indonesia memang berat. Apalagi, ada Jepang di Grup A bersama Indonesia. Ajang ini akan kami manfaatkan sebagai pelajaran bagi pevoli wanita Indonesia dan menambah pengalaman,” ujar Heyzer. (APO)

Ace Online now in Singapore and <b>Indonesia</b> « Korea.com | Gateway to <b>...</b>

Posted: 21 Jun 2010 11:20 PM PDT

Ace Online now in Singapore and Indonesia

June 22, 2010

Seoul, Korea – The space-shooter RPG Ace Online (www.aceonline.co.kr) is to enter the Singapore and Indonesia game markets.

On June 17, YD Online concluded a service contract with Winner Online for Singaporean and Indonesian gaming market entry for the game Ace Online.

Ace Online is a spacecraft FPS combined with MMORPG factors. Its storyline is based on a conflict between government and rebel forces. Since its first overseas service in China beginning in 2007, Ace Online has expanded to more than 80 nations, including Russia and others in Europe and South America.

Winner Online is a Thailand-based game publisher with more than eight million users and more than 15,000 LAN gaming center partners. It has already serviced various Korean games such as Seal Online and RF Online. Ace Online has been available in Thailand since 2008 through Winner Online. The company plans use its service know-how to maximize the success of the game in its market.

Executive Director Jae Woo Park, who oversees marketing at YD Online and Overseas Operations, proudly explained that "foreign partners have a lot of faith in Ace Online because of its know-how from past overseas expansion and service. We will make full use of the strong global network we have built, to spur on new YD Online games in foreign markets."

Source: Betagame (Original article in Korean)
Translated by Abe Jung/ Korea.com

UNICEF - At a glance: <b>Indonesia</b> - Special Olympics <b>Indonesia</b> and <b>...</b>

Posted: 21 Jun 2010 06:35 PM PDT

Special Olympics Indonesia and UNICEF promote social inclusion

UNICEF Image
© UNICEF/2010/Prabowo
Juliwati Japi listens to her trainer during preparations for the National Special Olympics Games in Indonesia.

By Regi Wirawan

JAKARTA, Indonesia, 14 June 2010 – The sun was just rising over a Jakarta sports stadium one recent morning when Juliwati Japi, 16, arrived for her regular training session, organized by Special Olympics Indonesia.

Juli, as she is known, has almost never skipped her Saturday training routine. But she was especially excited to arrive on the day she would be meeting Marcos Diaz, a world-champion ultra-distance swimmer from the Dominican Republic. He was scheduled to visit the training session to meet and talk with the young athletes of Special Olympics Indonesia.

Juli joined the programme in 2004 and, like all of the athletes here, is a child with intellectual disabilities. She was born with Down's Syndrome, a condition in which extra genetic material causes delays in the way a child develops both mentally and physically.

Despite the challenges of her disability, Juli has participated in many international sports events – including the 2007 Special Olympics World Summer Games in Shanghai, China, where she placed fourth in athletics.

'Keep on training'

When Mr. Diaz arrived at the training session, a big smile crossed Juli's face – it was clear that she is a huge admirer – and he told the children how he used to suffer from a chronic asthma in his early years but has overcome it since he became a swimmer.

UNICEF Image
© UNICEF/2010/ Prabowo
Ultra-distance swimming champion Marcos Diaz (centre-right) with Special Olympics Indonesia athletes during a recent visit to a training session for the national games.

"I encourage you to keep on training, because sports help you to make you strong and confident," he said.

Mr. Diaz, who is also a trainer for Special Olympics children in his country, added: "There are many children out there don't have the opportunity to develop their potential. You are lucky to be with the Special Olympics, who can help provide that opportunity."

Importance of inclusion

Special Olympics Indonesia is a non-governmental organization accredited by Special Olympics International, which targets almost 200 million people with intellectual disabilities through sport activities worldwide. Indonesia became the 79th member of the Special Olympics in 1989 and now organizes a National Special Olympics Games every four years, normally one year ahead of the global games.

The next National Special Olympic Games are slated to be held in Jakarta from 26 through 30 June.

This year, UNICEF Indonesia has partnered with Special Olympics Indonesia to help promote the importance of inclusion for children, regardless of their circumstances. Social and economic exclusion are major barriers to development for millions of Indonesian children in areas such as education, health and protection.

'Role models to us all'

"Disparities in Indonesia are a critical challenge that we need to address if Indonesia is to move closer to achieving the Millennium Development Goals – and if we are to ensure that every child benefits from the incredible economic progress that the country has enjoyed in recent years," said UNICEF Representative in Indonesia Angela Kearney.

"Special Olympics Indonesia is demonstrating in a very tangible way just how much Indonesian children can achieve when provided with equality of opportunity, free of stigma or exclusion," she noted. "These young athletes themselves are role models to us all."

Juli has also been inspired by her own new role model, Mr. Diaz, the champion swimmer. She has been training hard for the upcoming National Special Olympics Games, where she will compete in running and swimming.

Given her determination to excel, Mr. Diaz might be forgiven for worrying about the potential competition.


GRATIS DOWNLOAD FULL VERSION APLIKASI <b>GAME</b> FILM <b>INDONESIA</b> MP3 <b>...</b>

Posted: 02 Apr 2010 12:00 AM PDT

Game Tropix 2 quest for golden banana... Get disconnected from Internet before registering any game from GameHouse! Software : GameHouse Tropix 2: Quest for the Golden Banana License Name : Asu Shrestha II License Code : QXAL6RWVBNFMNSM ...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet