tviexpress,tviauto, tvi, tvi-auto.blogspot
On Senin, 17 Mei 2010 0 komentar

Frans Satya Wijaya

Optimistis Tampil di PON

image

KABAR bakal dicoretnya cabang dansa di PON 2012/Riau ternyata tak membuat pedansa Semarang Frans Satya Wijaya ini putus asa. Artinya, pria kelahiran14 Juli 1993 ini tetap optimistis cabang dansa masih dipertandingkan di PON karena saat ini keputusan final belum ditentukan oleh KONI Pusat. Karenanya, dia selalu berlatih demi mengejar ambisi itu. "Saya melihat saat ini dansa masih diperjuangkan untuk bisa dipertandingkan di PON 2012. Saya pun masih berharap bisa tampil membela Jateng dalam pesta olahraga empat tahunan itu," kata putra pertama Ketua Umum Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Jateng Djaka Wijaya itu.

Tampil di PON, bagi peraih dua emas Poprorv 2009 itu menganggap ada kebanggaan tersendiri. Sebab di ajang inilah ada perhatian dari pemerintah daerah sehingga merasa even tersebut cukup bergengsi. Frans sebenarnya pernah menjadi anggota Jateng di PON 2008 lalu. Namun ketika itu dia belum bisa menorehkan prestasi maksimal karena hanya mampu berada di posisi keempat berpasangan dengan adik kandungnya Nadia Lutfina Wijaya. "Saya kepingin menaikkan prestasi di PON mendatang. Kegagalan di PON lalu akan saya bayar di Riau nanti," katanya penuh optimistis.

Motivasi siswa SMA Theresiana 1 itu berlipat lantaran ada kabar dansa akan dipertandingakan dalam SEA Games 2011 di Indonesia. Setidaknya, jika luput di PON 2012, dia masih bisa berharap di ajang 'multievent' negara-negara se-Asia Tenggara itu. "Banyak kejuaraan lain selain PON dan SEA Games yang selalu saya ikuti untuk menambah jam terbang. Selain kejurnas, Juli nanti saya akan mengikuti Singapura Open," kata peraih emas kelompok yunior Malaysia Open 2009 itu.

Frans mengenal dansa pertama kali sejak 2004. Oleh ayahnya diperkenalkan dengan olahraga yang menuntut berpasangan laki laki dan perempuan itu. Kiprah pertamanya adalah terjun di Semarang Open 2004. Ketika itu dia meraih posisi lima masih berpasangan dengan Nadia. Setahun kemudian dia mengikuti kejuaraan Dansa Internasional di Singapura bertajuk Singapura Open. Hasilnya, alumnus SMP Theresiana Tanah Mas itu menduduki rangking lima di kelas bebas.

Obsesinya tidak hanya berhenti di situ saja sebab dia bercita-cita menjadi pedansa terbaik di Asia. Dukungan dari keluarga begitu besar sehingga membuat dia semakin percaya diri menggeluti dansa.

(Kundori Rakasiwi/CN14)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

dbc network,peluang bisnis,oriflame

ebook,tip internet,sukses internet